Pendidikan

Dramatisasi Puisi Jadi Panggung Pembuktian Mahasiswa PBI UMNU Kebumen

773
×

Dramatisasi Puisi Jadi Panggung Pembuktian Mahasiswa PBI UMNU Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — Panggung sastra menjadi ruang pembuktian kreativitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, khususnya kelas semester 3A. Melalui perhelatan bertajuk Dramatisasi Puisi, para mahasiswa ditantang menghidupkan teks-teks sastra dalam balutan ekspresi kreatif dan emosional, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini merupakan puncak pembelajaran mata kuliah Membaca Estetis. Tak sekadar menjadi ajang evaluasi akademik, acara ini dirancang sebagai ruang aktualisasi diri mahasiswa dalam menafsirkan dan mengekspresikan karya sastra secara mendalam.

Dosen pengampu mata kuliah, Ririn Nurul Azizah, M.Pd., menegaskan bahwa Dramatisasi Puisi memiliki nilai yang jauh melampaui pengumpulan nilai Ujian Akhir Semester (UAS).

“Ruang ini saya ciptakan bukan hanya untuk pengumpulan nilai, tetapi untuk melatih mahasiswa menghidupkan teks sastra sembari berani berekspresi,” ujar Ririn dalam sambutannya.

Menurutnya, puisi bukanlah sekadar rangkaian kata yang membeku di atas kertas. Puisi adalah ruh, rasa, dan pemikiran yang dipadatkan. Melalui metode dramatisasi, mahasiswa diajak membedah makna tersebut, lalu menyajikannya kembali melalui gerak tubuh, vokal, dan penghayatan yang utuh.

Lebih jauh, Ririn berharap kegiatan ini mampu menjadi pemantik kebangkitan minat sastra di kalangan generasi muda yang kian tergerus zaman.

“Saya berharap melalui ruang ini, eksistensi sastra yang mulai kurang populer di kalangan remaja dapat hidup kembali,” tambahnya.

Sejumlah karya maestro sastra Indonesia berhasil ditampilkan dengan memukau. Di antaranya “Membaca Tanda-Tanda” karya Taufiq Ismail, “Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana” karya Sapardi Djoko Damono, “Waktu” karya Ishadi SK, “Mata Luka Sengkon Karta” karya Peri Sandi Huiszice, serta “Nuansa Budaya Indonesia” karya Destriani Hamidah. Setiap penampilan menghadirkan interpretasi mendalam yang mampu menyihir penonton melalui penjiwaan yang total.

Menutup rangkaian acara, Ririn Nurul Azizah memberikan kejutan dengan melantunkan sebuah pantun sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan keberanian mahasiswa. Pantun tersebut menjadi simbol dukungan agar semangat berliterasi terus tumbuh dalam diri calon-calon pendidik bahasa dan sastra Indonesia.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.