Pemerintahan

Konsolidasi dan Pelatihan TMI Jateng, Petani Kedu Raya Disiapkan Hadapi Pertanian Modern

678
×

Konsolidasi dan Pelatihan TMI Jateng, Petani Kedu Raya Disiapkan Hadapi Pertanian Modern

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Jawa Tengah menggelar konsolidasi organisasi sekaligus pelatihan bioteknologi pertanian bagi petani Wilayah Kedu Raya. Kegiatan ini berlangsung di Mexolie Hotel Kebumen, Sabtu (10/1/2026), sebagai upaya memperkuat kelembagaan petani dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan pertanian modern.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pengurus DPW serta Dewan Pengurus Daerah (DPD) TMI se-Wilayah Kedu Raya, meliputi Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Magelang Kota dan Kabupaten, Purworejo, Purbalingga, dan Kebumen. Hadir langsung Ketua DPW TMI Jawa Tengah, Wawan Pramono, serta Dewan Penasihat DPW TMI Jateng yang juga menjadi narasumber pelatihan, Dhimas Driessen, petani muda inspiratif asal Jawa Tengah.

Ketua DPW TMI Jawa Tengah, Wawan Pramono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis TMI dalam mendukung penguatan sektor pertanian pangan nasional melalui penerapan teknologi modern berbasis bioteknologi.

“Ini adalah agenda DPW TMI Jawa Tengah untuk menguatkan sektor pertanian pangan sekaligus mengedukasi petani agar mampu beradaptasi dengan pertanian modern. Kami telah mendapatkan inventaris alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Presiden, sehingga petani bisa mulai menerapkan sistem bioteknologi. Harapannya, ilmu yang didapat bisa ditularkan ke wilayah masing-masing dan masyarakat luas,” ujar Wawan.

Ia menambahkan, saat ini organisasi Tani Merdeka Indonesia di Jawa Tengah telah terbentuk secara menyeluruh di 35 kabupaten dan kota hingga tingkat koordinator desa. Kondisi tersebut dinilai sebagai modal besar dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Tani Merdeka sebagai pendukung program Presiden Prabowo diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan. Selain lahan, petani juga harus dibekali ilmu. Terlebih sekarang banyak inovasi dan teknologi modern yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

Wawan juga mengajak seluruh anggota TMI untuk terus memperkuat solidaritas dan kebersamaan dalam membangun sektor pertanian.

“Kita semua adalah satu keluarga besar. Dengan solidaritas dan kebersamaan, saya yakin pertanian Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, akan semakin maju dan mandiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD TMI Kebumen, Parjono, menyoroti sejumlah persoalan pertanian di wilayah Kebumen, terutama terkait kebutuhan infrastruktur irigasi.

“Kendala utama pertanian di Kebumen adalah kebutuhan saluran irigasi yang memadai karena kondisi geografisnya yang beragam. Untuk pupuk alhamdulillah relatif aman, dan sebagian petani juga sudah mendapatkan bantuan alsintan,” ungkapnya.

Melalui konsolidasi dan pelatihan ini, TMI berharap para petani tidak hanya berperan sebagai pelaku produksi, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.(K24/Ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.