KEBUMEN, Kebumen24.com — Program Studi Agroteknologi Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen menggelar kegiatan Implementasi Prinsip Ilmu Tanah melalui pembelajaran lapangan bekerja sama dengan BP Geopark, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 70 mahasiswa Agroteknologi sebagai bagian dari praktikum mata kuliah Prinsip Ilmu Tanah yang diampu oleh Rennanti Lunnadiyah Aprilia, M.P.
Rektor UMNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, menjelaskan rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan dari BP Geopark pada pagi hari. Materi pengarahan meliputi pengenalan kawasan Geopark, etika kunjungan, serta pemahaman tentang pentingnya geosite sebagai warisan bumi yang memiliki nilai ilmiah, edukatif, dan ekologis sehingga perlu dijaga kelestariannya.
“Geosite bukan sekadar objek wisata, tetapi laboratorium alam yang sangat berharga bagi pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam memahami proses-proses kebumian yang berpengaruh terhadap pembentukan tanah,” ungkapnya.
Usai pengarahan, mahasiswa melaksanakan kunjungan edukatif ke dua geosite, yakni Watu Kelir dan Lempung Pelangi. Di lokasi tersebut, mahasiswa mempelajari secara langsung karakteristik bentang alam, jenis material penyusun, serta proses geologi yang berkaitan erat dengan faktor pembentukan tanah.
Pada sesi pembelajaran lapangan ini, mahasiswa mendalami berbagai materi inti, seperti faktor pembentukan tanah, air tanah, hingga isu degradasi serta konservasi tanah dan air. Metode pembelajaran berbasis observasi ini membantu mahasiswa mengaitkan teori yang diperoleh di kelas dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus memahami hubungan antara geologi, topografi, dan dinamika lingkungan terhadap terbentuknya tanah serta ketersediaan air.
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Embung Cangkring yang berfungsi sebagai penyangga geosite. Lokasi ini menjadi titik strategis untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran infrastruktur konservasi air dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam pengendalian limpasan, pemenuhan kebutuhan air, serta mitigasi dampak degradasi lahan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan pendampingan langsung dari Parmin selaku perwakilan Pokdarwis Geopark lokal, bersama Mas Dodi dan Pak Parlin. Pendampingan tersebut memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, serta efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















