PERISTIWA

Polisi Bersama Warga Evakuasi Longsor di Rowokele, Material Tanah Masuk Dapur Rumah

828
×

Polisi Bersama Warga Evakuasi Longsor di Rowokele, Material Tanah Masuk Dapur Rumah

Sebarkan artikel ini
Personel Polsek Rowokele bersama warga bergotong royong membersihkan material tanah longsor yang masuk ke dapur rumah warga di Dukuh Lemungsur, Desa Wonoharjo, Kecamatan Rowokele.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kepolisian Resor Kebumen melalui Polsek Rowokele bergerak cepat menangani bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Akibat hujan deras berintensitas tinggi, material tanah longsor masuk ke dapur rumah warga dan menutup sebagian bangunan.

Peristiwa pertama terjadi di Dukuh Lemungsur, Desa Wonoharjo, pada Minggu, 21 Desember 2025, sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tebing di samping rumah milik Masikin longsor. Material tanah dari tebing setinggi sekitar 30 meter dan lebar 15 meter tersebut masuk ke bagian dapur rumah, sehingga aktivitas penghuni sempat terganggu.

Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Rowokele langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi bersama masyarakat setempat bergotong royong melakukan evakuasi material tanah dan membersihkan area rumah terdampak.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menjelaskan, volume material longsoran diperkirakan mencapai tujuh meter kubik. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material yang berarti.

“Material longsor sempat masuk ke dapur rumah warga, namun tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Kompol Faris, Selasa, 23 Desember 2025.

Selain di Desa Wonoharjo, longsor juga terjadi di Dukuh Lurakarsa, Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, pada Minggu malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Material tanah dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 3 meter longsor di sisi rumah milik Eko Fera Fajar Junianto.

Dalam kejadian di Desa Giyanti ini, tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta akibat rusaknya bagian rumah warga.

“Begitu menerima laporan, personel Polsek Rowokele langsung turun ke lokasi untuk membantu evakuasi material longsoran bersama warga dan instansi terkait,” kata Kompol Faris.

Sejumlah personel yang terlibat dalam penanganan di Desa Giyanti antara lain Kapolsek Rowokele AKP Mariman, Kanit Propam Aiptu Tatar Puji A., S.H., Kanit Reskrim Aiptu Sugiyanto, S.H., KaSPKT III Aiptu A. Riyadi, Bripka Mugiyono, serta unsur Desa Tangguh Bencana (Destana).

Polisi juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kebumen serta pemerintah desa setempat untuk penanganan lanjutan dan pemantauan kondisi tanah di sekitar lokasi kejadian.

Polres Kebumen mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di dekat tebing atau lereng, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dan kondisi tanah dinilai masih labil.

“Kami mengingatkan warga untuk segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah agar dapat segera ditangani,” pungkasnya.(k24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.