PemerintahanPendidikan

Lewat IHT ”Kurikulum Cinta”, Guru MAN 2 Kebumen Siap Ciptakan Pembelajaran Humanis

682
×

Lewat IHT ”Kurikulum Cinta”, Guru MAN 2 Kebumen Siap Ciptakan Pembelajaran Humanis

Sebarkan artikel ini
Pembukaan IHT Kurikulum Cinta MAN 2 Kebumen oleh Kepala Kemenag Kabupaten Kebumen

KEBUMEN, Kebumen24.com  — MAN 2 Kebumen menyelenggarakan In House Training (IHT) bertema “Pembelajaran Mendalam Berbasis Kurikulum Cinta”. Kegiatan berlangsung di Aula MAN 2 Kebumen, selama dua hari, Kamis–Jumat, 11–12 Desember 2025.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Dr. H. Anif Solikhin, S.Ag., M.S.i dan diikuti seluruh guru dari berbagai mata pelajaran. Ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kompetensi pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, dan berpihak pada murid.

Dalam sambutannya, Dr. H. Anif Solikhin menegaskan Kurikulum Cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan kasih sayang, penghargaan terhadap potensi murid, serta pembangunan karakter positif.

“Guru harus menghadirkan proses belajar yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan kedekatan, kepedulian, dan kebahagiaan dalam diri murid,” ujarnya.

Kepala MAN 2 Kebumen, Drs. H. Akhmad Taukhid, M.Pd. berharap melalui kegiatan ini seluruh guru semakin siap menerapkan nilai-nilai cinta, empati, dan kehangatan dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan begitu madrasah menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh kebermaknaan bagi seluruh murid.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh guru semakin siap menghadirkan nilai cinta, empati, dan kehangatan dalam setiap proses belajar mengajar, sehingga MAN 2 Kebumen menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh makna bagi setiap murid,’’ujar Akhmad Taukhid.

Sementara itu, Narasumber utama, Dr. Hj. Amiroh Ambarwati, S.Pd., M.A., menyampaikan konsep Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam yang menekankan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, lalu menghubungkannya dengan Kurikulum Cinta.

‘’ Guru harus bisa merancang pembelajaran yang terkait dengan kehidupan nyata, membangun dialog antarmurid, serta menguatkan proses refleksi dalam kegiatan belajar,’’paparnya.

Para peserta juga mendapat pendampingan praktik penyusunan tujuan pembelajaran, modul ajar, serta strategi asesmen sesuai Kurikulum Cinta. Diskusi kelompok dan simulasi mengajar menjadikan sesi IHT berlangsung dinamis, interaktif, dan penuh antusiasme.

Salah satu peserta, Muhammad Munji, S.Pd.I, menuturkan kegiatan ini sangat bermamfaat karna membuka wawasan baru mengenai pembelajaran yang humanis dan mendalam.

“Kami jadi lebih memahami bahwa cinta dalam pendidikan bukan sekadar konsep, tetapi harus hadir dalam setiap langkah pembelajaran,” ujarnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.