PERISTIWA

Tragedi Tanah Longsor Majenang Cilacap: Puluhan Warga Masih Tertimbun Material

920
×

Tragedi Tanah Longsor Majenang Cilacap: Puluhan Warga Masih Tertimbun Material

Sebarkan artikel ini

CILACAP, Kebumen24.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cilacap sejak Kamis (13/11) pukul 19.00 WIB memicu bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang. Material longsoran menimbun beberapa rumah warga, menelan korban jiwa, dan membuat puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama, menjelaskan, begitu menerima laporan, tim rescue segera diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

“Sesampainya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan unsur potensi SAR lainnya, kemudian melakukan asesmen serta menyusun rencana pergerakan selanjutnya,” ujar Priyo.

Berdasarkan data sementara, total 46 jiwa terdampak dari dua dusun yang terkena longsor. Dari jumlah itu, 2 orang meninggal dunia, 23 orang selamat, dan 21 orang masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Kantor SAR Cilacap, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat, terus berupaya maksimal untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun.

Dusun Tarukahan:

  • Selamat: 15 orang
  • Meninggal Dunia: 3 orang
  • Dalam Pencarian: 6 orang
  • Total: 24 orang

Dusun Cibuyut:

  • Selamat: 8 orang
  • Meninggal Dunia: 0 orang
  • Dalam Pencarian: 14 orang
  • Total: 22 orang

Hingga Sabtu (15/11), sebanyak 20 orang masih dalam pencarian. Operasi SAR dilakukan dengan peralatan manual dan alat berat, mengingat kondisi medan yang curam serta material tanah yang masih labil akibat hujan.

“Proses pencarian dilakukan menggunakan alat berat, peralatan ekstrikasi, serta peralatan manual untuk menjangkau area yang sulit,” ungkap Priyo Prayudha Utama, selaku On Scene Coordinator (OSC).

Tim SAR membagi area pencarian menjadi lima worksite dengan fokus di titik-titik korban diduga tertimbun:

  1. Worksite A-1: 3 orang DP
  2. Worksite A-2: 7 orang DP
  3. Worksite A-3: 4 orang DP
  4. Worksite B-1: 4 orang DP
  5. Worksite B-2: 2 orang DP

Sabtu pagi pukul 10.43 WIB, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang korban, Ibu Yuni, di Worksite B-1. Sayangnya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Evakuasi berlangsung setelah pembersihan material yang menimbun korban, dan jenazah langsung dibawa ke RSUD Majenang untuk penanganan lebih lanjut.

Sebanyak 9 anjing pelacak dari Kantor SAR Cilacap dan Polda Jateng, serta 9 unit alat berat, diterjunkan untuk membantu proses pencarian. Posko terpadu juga terus memperkuat koordinasi lintas instansi, memastikan kebutuhan logistik, peralatan, dan dukungan medis terdistribusi dengan baik.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Tim SAR Gabungan. Ia memastikan segala kebutuhan peralatan dan dukungan logistik segera difasilitasi untuk mempercepat proses evakuasi.

“Segala keperluan peralatan ataupun hal lain yang diperlukan dalam proses evakuasi, segera dilaporkan ke Posko agar Pemerintah Kabupaten dapat memfasilitasi,” ujar Bupati.

Operasi SAR akan terus berlangsung hingga seluruh korban ditemukan. Tim SAR menutup sementara pencarian pada sore hari untuk evaluasi, pemulihan kondisi personel, dan penyusunan strategi selanjutnya, yang dijadwalkan dimulai kembali pukul 07.00 WIB keesokan harinya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.