CILACAP, Kebumen24.com – Hingga Sabtu (15/11), upaya pencarian terhadap 20 warga Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, yang hilang akibat bencana tanah longsor terus dilakukan. Longsor ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Majenang sejak Kamis malam, menyebabkan material tanah dan batu menimbun permukiman warga.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dilakukan oleh tim gabungan dengan memadukan peralatan manual, ekstrikasi, dan alat berat. Medan yang curam serta kondisi tanah yang labil menjadi tantangan besar bagi tim SAR dalam menjangkau titik-titik korban.
“Proses pencarian dilakukan menggunakan alat berat, peralatan ekstrikasi, serta peralatan manual untuk menjangkau area yang sulit,” jelas Priyo Prayudha Utama, On Scene Coordinator (OSC) SAR Majenang, kepada Kebumen24.com.
Tim SAR membagi wilayah pencarian menjadi lima worksite dengan fokus pada titik-titik korban yang diduga tertimbun:
1. Worksite A-1: 3 orang DP
2. Worksite A-2: 7 orang DP
3. Worksite A-3: 4 orang DP
4. Worksite B-1: 4 orang DP
5. Worksite B-2: 2 orang DP
Pada Sabtu pagi pukul 10.43 WIB, Tim SAR berhasil mengevakuasi seorang korban, Ibu Yuni, dari Worksite B-1. Sayangnya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Evakuasi dilakukan setelah material longsoran dibersihkan, dan jenazah langsung dibawa ke RSUD Majenang untuk penanganan lebih lanjut.
Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR menurunkan 9 anjing pelacak dari Kantor SAR Cilacap dan Polda Jawa Tengah, serta 9 unit alat berat. Posko terpadu dibangun di lokasi untuk memperkuat koordinasi lintas instansi, memastikan distribusi logistik, peralatan, dan dukungan medis berjalan lancar.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan. Ia menegaskan pemerintah daerah siap memfasilitasi segala kebutuhan peralatan dan dukungan logistik agar proses evakuasi berjalan cepat dan aman.
“Segala keperluan peralatan ataupun hal lain yang diperlukan dalam proses evakuasi, segera dilaporkan ke Posko agar Pemerintah Kabupaten dapat memfasilitasi,” tegas Bupati.
Meski pencarian sempat dihentikan sementara pada sore hari untuk evaluasi dan pemulihan kondisi personel, operasi SAR dijadwalkan kembali dimulai pada pukul 07.00 WIB keesokan harinya. Semua pihak berharap korban yang masih hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















