Pendidikan

Didik Ssiswa Jago Ngaji dan Bersaing Global, SMK Ma’arif 9 Kebumen Hadirkan Kelas Jepang dan Pesantren

624
×

Didik Ssiswa Jago Ngaji dan Bersaing Global, SMK Ma’arif 9 Kebumen Hadirkan Kelas Jepang dan Pesantren

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – SMK Ma’arif 9 Kebumen terus menegaskan posisinya sebagai sekolah vokasi yang siap berkompetisi di tingkat global. Berlokasi di Jl. Raya Klirong, Klegenwonosari, sekolah ini membangun kerja sama strategis dengan LPK Obos Ryoushin Indonesia (LPK ORI) untuk menghadirkan Program Kelas Jepang, sebuah langkah progresif yang membuka peluang karier internasional bagi para siswanya, terutama menuju dunia kerja Jepang.

Program ini sejalan dengan kebutuhan industri modern yang menuntut tenaga kerja profesional, disiplin, dan berstandar global. LPK ORI berdiri sejak 2018 dan dipimpin oleh Wagiman, S.M. Fokus pada pelatihan bahasa, budaya, etos kerja, hingga persiapan teknis bagi calon tenaga kerja Jepang. Berbekal pengalaman magang lima tahun di Negeri Sakura, Wagiman menegaskan pentingnya pembelajaran sejak dini.

“Belajar bahasa Jepang sejak sekolah membuat dasar bahasa mereka lebih kuat. Proses pelatihan lanjutan jadi lebih cepat, dan peluang karier makin terbuka,” ujarnya.

Kelas Jepang diikuti 42 siswa yang terbagi menjadi dua kelas: A dan B. Proses seleksi dilakukan secara ketat, mulai dari kesemaptaan, tes matematika dasar, hingga pemeriksaan kesehatan. Syaratnya pun tak main-main: minimal tinggi badan tertentu, tidak buta warna, tidak bertato, serta sehat jasmani dan rohani.

Pembelajaran berlangsung tiga kali dalam seminggu Rabu, Kamis, dan Sabtu pukul 13.00 -16.00 WIB dengan metode aktif seperti praktik komunikasi, simulasi kerja, penggunaan multimedia, serta sesi bersama native speaker. Materi meliputi bahasa Jepang dari level dasar hingga JLPT N4, budaya kerja, etos profesional, hingga pengenalan dunia industri Jepang.

Menurut guru pembimbing kelas, tantangan terbesar bukan pada kemampuan bahasa, tetapi mengubah pola pikir siswa.

“Yang terberat adalah membangun mindset bahwa bahasa Jepang adalah kebutuhan masa depan. Tapi antusiasme mereka sangat baik,” jelasnya.

Program ini dirancang sebagai jalur percepatan karier. Siswa tidak perlu lagi belajar dari nol setelah lulus karena sudah mendapatkan dasar yang kuat di sekolah. Proses Pre-Departure Training menjadi lebih singkat dan efisien, sehingga biaya pelatihan lanjutan dapat ditekan. Selain itu, siswa juga memiliki peta karier sejak awal melalui pemetaan minat dan potensi.

Program ini sekaligus mendukung misi nasional dalam mengurangi pengangguran lulusan SMA/SMK dengan membuka peluang kerja internasional secara terstruktur.

Tidak hanya unggul dalam vokasi, SMK Ma’arif 9 juga menjalin kemitraan erat dengan Pondok Pesantren An-Nahdliyah 9, sebuah model integrasi pendidikan agama dan umum yang memperkuat karakter dan akhlak siswa.

Di pesantren, siswa dibina dalam kemandirian, kedisiplinan, pembiasaan ibadah, adab terhadap guru dan orang tua, serta pembatasan penggunaan gawai. Mereka mendalami Al-Qur’an, kitab kuning, hingga keterampilan pendukung seperti seni rias, crafting, dan editing video.

“Santri SMK Ma’arif 9 dikenal religious, sopan santun, dan disiplin,” kata Wagiman, Sabtu 15 Noember 2025.

Pesantren juga memberi kesempatan bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah untuk tetap dapat menempuh pendidikan melalui fasilitas asrama yang aman dan terjangkau.

Keberhasilan kelas Jepang terlihat dari banyaknya alumni yang telah bekerja di Jepang melalui jalur magang resmi. Siswa mampu berkomunikasi dengan lancar, memahami budaya kerja Jepang, serta menerapkan nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kolegialitas dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, lulusan pesantren memiliki spiritualitas kuat serta soft skill yang dibutuhkan era modern, mulai dari kemampuan public speaking, leadership, hingga manajemen waktu antara belajar dan mengaji.

Kepala SMK Ma’arif 9 Kebumen, Warsono, S.T., menegaskan sinergi pendidikan vokasi dan pesantren membuat sekolah memiliki identitas khas.

“Ini langkah nyata mencetak generasi siap kerja internasional tanpa meninggalkan akar moral dan keislaman,” ungkapnya.

Ke depan, LPK ORI berencana mengenalkan kelas Jepang sejak siswa kelas X melalui program ekstrakurikuler. Selain itu, sekolah terus mengembangkan fasilitas modern, memperluas kemitraan internasional, dan memperkuat integrasi kurikulum pesantren–sekolah.

SMK Ma’arif 9 Kebumen kini semakin tampil sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga unggul secara karakter, menjadikannya model pendidikan vokasi–pesantren yang adaptif terhadap tuntutan masa depan.(k24/*).

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com