Oleh: Dosen UMNU Kebumen, Toha Masrur SHI, MH,
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dipromosikan atau digembor-gemborkan sebagai instrumen pengukuran objektif dan standar untuk mengevaluasi kompetensi peserta didik, namun jika dianalisis melalui perspektif Paul Feyerabend, TKA merepresentasikan kegagalan metodologis dalam sistem pendidikan.
Feyerabend menolak eksistensi metode tunggal yang dianggap “benar” dan menekankan pentingnya pluralisme pendekatan. TKA, dengan format pilihan ganda dan skor numerik, memaksakan satu standar evaluasi terhadap realitas pembelajaran yang kompleks dan beragam, sehingga mengabaikan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta konteks sosial-ekonomi siswa.
Ketimpangan yang dihasilkan dari TKA mencerminkan kritik Feyerabend terhadap dominasi metode tunggal. Institusi pendidikan di perkotaan dengan fasilitas memadai dan akses teknologi menunjukkan performa yang lebih superior, sementara peserta didik dari wilayah terpencil tertinggal sebelum berkompetisi, bukan karena kurang kompeten, melainkan karena sistem menilai mereka dengan kerangka yang sempit dan homogen.
Dengan kata lain, TKA bukanlah alat pengukur kompetensi autentik, melainkan instrumen yang memperkuat ketidakadilan sistemik dan hierarki sosial, sesuai dengan kritik Feyerabend terhadap klaim metode tunggal dalam ilmu pengetahuan yang mengabaikan keragaman realitas.
Dalam pandangan Feyerabendian, reformasi TKA harus menolak pendekatan kuantitatif semata dan membuka ruang bagi pluralisme evaluasi: proyek, portofolio, kolaborasi, serta penilaian kreatif dan kontekstual. Evaluasi pendidikan seharusnya menghormati keberagaman cara peserta didik belajar dan mendemonstrasikan kompetensi, bukan membatasi definisi “kompetensi” pada angka atau standar tunggal.
Jika tidak, TKA tetap menjadi alat legitimasi ketimpangan, bukan instrumen pembebasan intelektual, sesuai peringatan Feyerabend bahwa mengikuti satu metode tunggal menghambat perkembangan pengetahuan sejati dalam hal ini, penilaian kompetensi manusia.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















