PERISTIWA

Hujan Deras Picu Bencana di Tiga Kecamatan Kebumen: Pohon Tumbang, Longsor, dan Tanah Bergerak

930
×

Hujan Deras Picu Bencana di Tiga Kecamatan Kebumen: Pohon Tumbang, Longsor, dan Tanah Bergerak

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kebumen sejak Minggu hingga Selasa (9–11 November 2025) memicu rangkaian bencana di sejumlah wilayah. Dari pohon tumbang yang memutus aliran listrik, longsor yang menutup akses warga, hingga tanah bergerak yang merusak rumah penduduk. Aparat kepolisian bersama BPBD, perangkat desa, dan warga turun langsung melakukan penanganan.

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kecamatan Buluspesantren pada Senin malam (10/11) menyebabkan dua pohon maoni tumbang di Dukuh Krajan, Desa Klapasawit. Pohon itu menimpa tiang listrik dan membuat seluruh desa padam total.

Laporan pertama disampaikan Oki Setiawan (38), warga setempat, sekitar pukul 23.15 WIB. Polsek Buluspesantren yang menerima laporan segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan PLN serta BPBD.

“Kami langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan PLN serta BPBD Kebumen untuk penanganan cepat,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman, Selasa (11/11).

Kapolsek Buluspesantren Iptu Walali Saebani memimpin penanganan di lapangan bersama KA SPKT 1 Aiptu Anang Widodo, Kanit Binmas Aiptu Mualim, dan Bhabinkamtibmas Aipda Margadi. Mereka dibantu tim TRC-PB BPBD serta warga untuk menyingkirkan pohon dari badan jalan dan jaringan listrik.

Tidak ada korban jiwa, namun dua tiang listrik rusak berat. PLN segera melakukan perbaikan dan listrik mulai berangsur normal pada Selasa pagi.

Di Kecamatan Sruweng, hujan deras beberapa hari terakhir memicu longsor di Dukuh Condong, Desa Condongcampur, Minggu malam (9/11). Material tanah menutup jalan penghubung dan merusak talud sepanjang 30 meter.

Longsor pertama kali diketahui Kastono (66), warga setempat, setelah mendengar suara gemuruh sekitar pukul 18.15 WIB. Polsek Sruweng bersama Babinsa, perangkat desa, dan warga melakukan kerja bakti membersihkan material longsor pada Senin (10/11).

“Petugas kami bersama Babinsa, perangkat desa, dan warga gotong royong mengevakuasi material agar akses warga kembali terbuka,” kata Kapolres melalui Wakapolres Kompol Faris.

Kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta. Hingga Selasa sore, sebagian besar material longsor sudah dibersihkan dan aktivitas warga kembali normal.

Bencana lain terjadi di Dukuh Kedawung, Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam. Tanah bergerak pada Selasa dini hari (11/11) hampir membelah rumah milik Suyud (65). Pergerakan tanah menyebabkan retakan selebar 5 hingga 20 sentimeter pada dinding dan lantai rumah amblas sekitar 50 sentimeter.

Kapolsek Karanggayam bersama Babinsa, perangkat desa, dan BPBD meninjau lokasi dan mengamankan area. Rumah korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp65 juta. Pemerintah desa tengah menyiapkan opsi relokasi ke lokasi yang lebih aman.

“Langkah cepat dilakukan untuk mencegah risiko lanjutan, mengingat tanah di area tersebut masih berpotensi bergerak, Kami memastikan pemantauan akan terus dilakukan di titik-titik rawan.,” ujar Kompol Faris.

Tiga peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa memasuki musim hujan, potensi bencana di wilayah Kebumen cukup tinggi. Polres Kebumen mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah perbukitan dan kawasan dengan pepohonan tua.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Segera laporkan jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau pohon berisiko tumbang,” tegas Kompol Faris Budiman.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.