Pemerintahan

Teknologi PATS dari PT Agros Global Indonesia Bantu Petani Kebumen Wujudkan Panen Tiga Kali Setahun

1022
×

Teknologi PATS dari PT Agros Global Indonesia Bantu Petani Kebumen Wujudkan Panen Tiga Kali Setahun

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sinar matahari yang selama ini hanya terasa terik di siang hari, kini menjelma menjadi sumber kehidupan baru bagi para petani di Desa Banjurpasar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Melalui inovasi Pompa Air Tenaga Surya (PATS) dari PT Agros Global Indonesia, para petani berhasil memanfaatkan energi terbarukan untuk mengairi sawah tanpa lagi bergantung pada bahan bakar minyak (BBM).

Kehadiran teknologi ramah lingkungan ini menjadi tonggak penting dalam program Intensifikasi Pertanian (IP 300)  sebuah terobosan yang memungkinkan petani menanam padi hingga tiga kali setahun tanpa jeda tanam palawija.

Sebelum teknologi ini hadir, sebagian besar lahan di Desa Banjurpasar hanya bisa ditanami dua kali dalam setahun akibat keterbatasan pasokan air saat musim kemarau. Namun kini, berkat dukungan PATS, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Margo Rahayu dapat menjaga keberlanjutan air irigasi dan meningkatkan produktivitas hasil panen.

Penyuluh pertanian Kebumen, Ahmad Taofik, menjelaskan bahwa program rintisan IP 300 mulai dijalankan sejak tahun 2022 dengan hasil yang terus meningkat.

“Mulai tahun 2022 hasilnya 6,5 ton per hektare, dan terakhir pada tahun 2025 meningkat menjadi 8,9 ton per hektare berkat penggunaan PATS,” ujarnya saat ditemui dalam acara panen raya di Desa Banjurpasar, Kamis (30/10/2025).

Melalui kemitraan dengan PT Agros Global Indonesia, Desa Banjurpasar kini memiliki enam titik pemasangan PATS yang beroperasi aktif. Skema pembayarannya pun dirancang ramah petani — cukup dicicil empat kali setiap panen, sehingga tidak membebani biaya operasional.

Teknologi ini sepenuhnya mengusung konsep “nol BBM”, karena memanfaatkan tenaga surya untuk mengalirkan air ke sawah. Selain menghemat biaya hingga 100 persen dibandingkan pompa diesel, sistem ini juga menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, melalui Sri Kuntarti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, menyampaikan apresiasi atas langkah inovatif tersebut.

“Inovasi seperti ini membuktikan bahwa pertanian bisa maju tanpa harus merusak alam. Petani kita kini tidak lagi takut kekeringan karena air mengalir dari tenaga surya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Agros Global Indonesia, Uta, menegaskan bahwa PATS bukan sekadar alat, melainkan solusi masa depan bagi sektor pertanian.

“Dengan pompa bertenaga surya, petani bisa menanam lebih sering, berproduksi lebih efisien, dan tetap menjaga keseimbangan alam,” katanya.

Dengan luas area mencapai 114 hektare, Desa Banjurpasar kini menjadi contoh sukses penerapan teknologi hijau di sektor pertanian. Para petani optimistis program IP 300 akan terus berkembang hingga mencakup seluruh lahan di desa tersebut.

Salah satu petani, Imam Ariwibowo, mengaku sangat merasakan manfaat PATS.

“Dulu kami khawatir air kering di musim kemarau. Sekarang, berkat PATS, sawah tetap hijau meski langit cerah tanpa hujan,” ujarnya.

Imam menambahkan, penggunaan PATS bisa menghemat hingga Rp2 juta setiap musim tanam ketiga karena tidak lagi membutuhkan solar untuk pompa air.

“Biasanya musim tanam ketiga kami bisa menghabiskan sekitar Rp2 juta untuk mengairi 500 ubin sawah, tapi kini sudah nol biayanya,” tuturnya dengan wajah sumringah.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan mitra swasta seperti PT Agros Global Indonesia, para petani di Kebumen membuktikan bahwa sinar matahari dapat menjadi energi perubahan  dari yang sekadar menyinari, kini turut menyuburkan dan menyejahterakan.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.