Pendidikan

Dilatih Ilmu Jurnalistik, Siswa SMK Muhammadiyah Kutowinangun Praktik Liputan Hingga Wawancara di Lapangan

1033
×

Dilatih Ilmu Jurnalistik, Siswa SMK Muhammadiyah Kutowinangun Praktik Liputan Hingga Wawancara di Lapangan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – SMK Muhammadiyah Kutowinangun terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kreatif, kritis, dan percaya diri. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Public Speaking bertema “Jadi Jurnalis Muda dan Public Speaker Handal, Kreatif, Percaya Diri, dan Melek Digital” yang digelar pada Selasa–Kamis (30 September–2 Oktober 2025) di Aula sekolah.

Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Sekolah, Rochmat Aris Susyanto, M.Pd., dan diikuti sekitar 50 siswa. Hadir pula sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, jurnalis, hingga praktisi media, di antaranya wartawan senior Suarabaru.id, M. Tohri dan Komper Wardopo.

Dengan konsep 30 persen teori dan 70 persen praktik, pelatihan dikemas interaktif. Siswa tidak hanya belajar dasar jurnalistik, teknik wawancara, penulisan berita, dan public speaking, tetapi juga praktik langsung reportase lapangan, menjadi MC, membuat video pendek, hingga strategi storytelling digital.

Menariknya, hasil liputan siswa langsung dituangkan dalam bentuk berita hanya dalam hitungan menit. Beberapa di antaranya mengangkat topik seputar Logmart, Bengkel CoE, hingga Kantin Pojok SMK Muhammadiyah Kutowinangun.

Salah satu liputan siswa adalah tentang Logmart, toko mini yang dikelola sekolah. Logmart menyediakan makanan ringan, minuman kemasan, hingga kebutuhan rumah tangga seperti minyak goreng dan sabun. Menurut Riska, siswa PKL yang bertugas sebagai kasir, omzet Logmart bisa mencapai Rp500.000–Rp600.000 per hari.

“Biasanya ramai sekitar pukul 09.00–11.00 WIB, terutama saat jam istirahat. Tidak hanya siswa, masyarakat sekitar juga bisa berbelanja di sini,” jelasnya.

Selain itu, siswa juga meliput Bengkel CoE (Center of Excellence) milik jurusan TKR (Teknik Kendaraan Ringan). Bengkel ini melayani perawatan mobil, mulai dari ganti oli, tune up, hingga servis berkala dengan harga terjangkau.

“Bengkel buka setiap Senin–Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB. Customer dari luar banyak yang datang karena harganya lebih merakyat dibanding bengkel lain,” tutur Ahmad Fauzi, siswa PKL yang bertugas di bengkel tersebut.

Tak ketinggalan, siswa juga meliput Kantin Pojok, yang menjual beragam makanan dan minuman favorit seperti es teh, mie rebus, mie goreng, hingga gorengan. Menurut penjaga kantin, Ibu Tuti, harga makanan dibuat terjangkau agar sesuai dengan uang saku pelajar.

“Kami selalu menjaga kebersihan dan rasa. Bahkan makanan dicoba dulu sebelum dijual untuk memastikan aman dikonsumsi,” ujarnya.

Melalui praktik jurnalistik langsung di lingkungan sekolah, siswa tak hanya mendapat pengalaman menulis berita, tetapi juga belajar keberanian bertanya, berpikir kritis, hingga menuangkan informasi dengan benar.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.