KEBUMEN, Kebumen24.com — Upaya pelestarian warisan budaya kembali menggeliat di Kabupaten Kebumen. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kebumen bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Kemendikbudristek RI, melakukan kegiatan ekskavasi situs Lingga Yoni di Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen, pada Senin (20/10/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menggali jejak peradaban masa lalu sekaligus memperkuat komitmen daerah terhadap pelestarian sejarah dan kebudayaan.
Ekskavasi melibatkan tenaga ahli lintas disiplin, di antaranya Dr. Chusni Ansori (geolog), Ir. Imam Muthoha (arsitek), Giri Purnomo, S.Ar (arkeolog), serta Arif Priyantoro, S.Sos (sejarawan dan budayawan).
Arkeolog BPK Wilayah X, Wardiyah, S.Hum., M.A, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen yang telah mengambil langkah nyata dalam pelestarian cagar budaya.
“Ekskavasi ini bukan sekadar penggalian tanah, melainkan langkah ilmiah untuk mengungkap data arkeologis yang masih tersimpan di bawah permukaan. Semua dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis,” ujarnya.
Wardiyah menjelaskan, Lingga Yoni Sumberadi sebelumnya berstatus Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Namun kini, setelah melalui sidang TACB, statusnya telah meningkat menjadi Cagar Budaya Kabupaten Kebumen.
Ia berharap, ke depan status tersebut bisa meningkat menjadi Struktur Cagar Budaya, bahkan Situs Cagar Budaya, jika data ilmiah dan hasil ekskavasi semakin lengkap.
“Prosesnya memang berjenjang, tetapi peluangnya besar jika semua pihak terus berkolaborasi,” tambahnya.
Hasil ekskavasi awal menunjukkan indikasi kuat adanya sisa peradaban kuno. Tim menemukan struktur bata kuno berukuran 40 x 20 x 10 cm, potongan bata, serpihan keramik, komponen batuan, hingga unsur karbon di lapisan tanah merah kecoklatan di sekitar area Lingga Yoni.
“Temuan ini menunjukkan bahwa area tersebut kemungkinan bagian dari situs yang lebih luas. Ini membuka peluang penelitian lanjutan sekaligus pengembangan wisata edukasi sejarah,” jelas Wardiyah.
Arkeolog Giri Purnomo, S.Ar, menambahkan bahwa bentuk Lingga Yoni Sumberadi tergolong unik karena memiliki model yang jarang dijumpai di lokasi lain.
“Dugaan kami, ini peninggalan era Hindu. Karena lokasinya berada di sekitar kompleks sekolah, penting dibuat pagar pengaman agar situs terlindungi tanpa mengganggu fungsi edukasi,” ujarnya.
Ketua TACB Kebumen Dr. Chusni Ansori menegaskan, tujuan utama ekskavasi ini adalah menggali data sejarah yang selama ini tersembunyi di dalam tanah.
“Kami berharap penelitian ini dapat memperkaya narasi sejarah Kebumen dan menjadi bahan edukasi bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Sementara itu, Ir. Imam Muthoha, arsitek TACB Kebumen, menilai situs Lingga Yoni memiliki potensi besar dikembangkan menjadi Wisata Edukasi Cagar Budaya.
“Dengan penataan yang tepat, situs ini bisa menjadi laboratorium sejarah hidup bagi para siswa,” ujarnya.
Wardiyah menegaskan, ekskavasi bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja besar bersama. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TACB, Pemerintah Kabupaten Kebumen, dan masyarakat dalam menjaga, meneliti, serta memaknai kembali jejak peradaban di tanah Kebumen warisan luhur yang tak ternilai untuk generasi masa depan.
“Lingga Yoni Sumberadi adalah potensi desa yang sangat berharga. Dengan perencanaan matang, situs ini bisa menjadi destinasi wisata edukatif yang bermanfaat secara ekonomi tanpa mengorbankan kelestariannya. Apalagi kawasan ini juga termasuk bagian dari wilayah **Kebumen UGGp (UNESCO Global Geopark),” pungkasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















