KEBUMEN, Kebumen24.com – Dalam semarak peringatan Hari Santri Nasional 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen menggelar berbagai kegiatan penuh makna. Salah satu yang paling menyentuh hati masyarakat adalah sunatan massal yang diikuti 93 peserta dari berbagai daerah di Kebumen.
Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh suasana kekeluargaan, gedung PCNU Kebumen, Minggu 19 Oktober 2025. Hadir Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan kepada para peserta khitanan.
Ketua PCNU Kebumen, Dr. Imam Satibi, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang menjadi wujud nyata kepedulian NU terhadap umat.
“Alhamdulillah, sunatan massal kali ini diikuti oleh 93 peserta. Semua kebutuhan peserta difasilitasi oleh LAZISNU dan LKNU sebagai bentuk pelayanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Dr. Imam Satibi.
Menurutnya, LAZISNU merupakan lembaga pengumpul infak, zakat, dan sedekah yang hasilnya disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial, termasuk sunatan massal kali ini.
“Ini bukti bahwa zakat dan infak umat bisa kembali dirasakan manfaatnya oleh umat juga,” tambahnya.
Selain sunatan massal, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan Gowes Santri, yang diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan santri dan masyarakat umum. Dengan rute sejauh sekitar 9 kilometer, para peserta melewati pesantren-pesantren bersejarah seperti Pondok Pesantren Al-Kafi, hingga finish di SMK Ma’arif 1 Kebumen.
Kemeriahan semakin terasa dengan lomba tumpeng yang diikuti oleh kelompok Muslimat NU, di mana tumpeng-tumpeng tersebut nantinya dinikmati bersama setelah kegiatan gowes berakhir.
Hadiah utama Gowes Santri tahun ini adalah sepeda motor listrik, disertai berbagai doorprize menarik lainnya. Namun, Dr. Imam Satibi menegaskan konsep hadiah kali ini lebih menekankan pada pemerataan.
“Kami menyiapkan sekitar 50 hadiah pemerataan berupa amplop berisi uang tunai. Prinsipnya bukan pada besarnya hadiah, tapi kebersamaan dan keberkahan acara,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Dr. Imam Satibi mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdliyyin, untuk hadir dalam Apel Akbar Hari Santri yang akan digelar pada 22 Oktober 2025 di Alun-Alun Kebumen.
“Hari Santri adalah hari istimewa hari pendidikan, hari moral, hari perjuangan. Mari kita rayakan bersama, kita satukan langkah untuk memperkuat gerakan santri dan pesantren,” pungkasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















