KEBUMEN, Kebumen24.com – Isu media dan kebijakan publik kembali jadi sorotan di Pandjer School Kebumen. Yayasan yang dikenal aktif mengedukasi masyarakat lewat kegiatan Kelas Kebijakan ini menggelar diskusi bertema “Peran KPI dalam Pengawasan Siaran Televisi” di Kantor Pandjer School, Jalan Gelatik, Kelurahan Panjer, Kebumen, pada Sabtu (18/10/2025).
Koordinator Tim Central Pandjer School, Aan Fenriani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program mingguan Pandjer School yang digelar setiap Sabtu, dengan tujuan memperluas wawasan peserta terhadap isu kebijakan publik dan sosial.
“Hari ini merupakan kegiatan rutin Minggu ke-2 yaitu Kelas Kebijakan. Kalau Minggu pertama ada Kelas Kepemimpinan. Namun karena minggu lalu ada kegiatan lain, maka kelas kebijakan diundur ke Minggu ke-3,” terang Aan.
Menurut Aan, tema tentang peran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dipilih karena dinilai relevan dengan kondisi media saat ini. Terlebih, baru-baru ini publik dihebohkan oleh pemberitaan salah satu stasiun televisi nasional yang dianggap membangun framing negatif terhadap salah satu pesantren dan santri di Indonesia.
“Isu ini penting untuk dibahas agar masyarakat, terutama generasi muda, memahami bagaimana kebijakan penyiaran bekerja dan sejauh mana KPI berperan menjaga keseimbangan informasi di ruang publik,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, jurnalis, dan pegiat sosial ini menghadirkan materi seputar teori dan analisis kebijakan publik, proses pembuatan kebijakan, praktik menulis kebijakan publik, hingga peran KPI sebagai lembaga independen pengawas siaran.

Aan menekankan, KPI tidak hanya bertugas menanggapi aduan masyarakat, tetapi juga harus proaktif dalam memastikan isi siaran televisi sesuai dengan nilai moral, etika, dan prinsip kebangsaan.
“KPI harus benar-benar jadi penyeimbang antara kebebasan pers dan tanggung jawab sosial. Jangan hanya bergerak kalau sudah viral atau ramai diaduan publik,” tegasnya.
Kelas ini juga menjadi ajang lintas perspektif karena diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang. Aan berharap melalui diskusi ini, para peserta dapat menumbuhkan kesadaran kritis terhadap isu-isu kebijakan publik dan media.
“Kami ingin peserta tidak hanya tahu teori, tapi juga mampu berpikir kritis terhadap kebijakan yang memengaruhi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pandjer School Kebumen merupakan yayasan non-pemerintah yang berdiri sejak 2016 dan resmi menjadi yayasan pada 2019. Lembaga ini aktif dalam pembelajaran kepemimpinan, advokasi, kebijakan publik, dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kelas tematik seperti Kelas Kepemimpinan, Kelas Kebijakan, dan Kelas Advokasi.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















