Pemerintahan

Realisasikan Program “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge”, Bupati Kebumen Resmikan 11 Pustu Baru

1251
×

Realisasikan Program “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge”, Bupati Kebumen Resmikan 11 Pustu Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen Lilis Nuryani meresmikan 11 Puskesmas Pembantu (Pustu) baru di Desa Giyanti, Rowokele, Rabu (10/9/2025), sebagai wujud komitmen meningkatkan akses layanan kesehatan di pedesaan.

ROWOKELE, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen semakin serius meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui Program “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge” yang secara resmi diluncurkan oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, di Puskesmas Pembantu (Pustu) Giyanti, Kecamatan Rowokele., Rabu (10/9/2025).

Dalam kesempatan ini, Bupati Lilis meresmikan 11 gedung Pustu baru yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Kebumen. Selain pembangunan fasilitas kesehatan, kegiatan ini juga diwarnai dengan penyerahan bantuan 33.500 dus susu PKMK untuk 1.395 anak stunting, 103 paket sembako, peluncuran aplikasi host-to-host Simkes dan Bank Jateng, kegiatan khitanan massal, hingga bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Dari semua agenda, sebagian besar biasanya di kota. Tapi saya memilih hadir di Desa Giyanti karena ini adalah wujud komitmen kami menghadirkan fasilitas kesehatan yang memadai dan mudah diakses, terutama di wilayah pedesaan,” ujar Bupati Lilis.

Pustu Baru untuk Pelayanan Lebih Dekat dan Cepat

Sebelas Pustu baru yang diresmikan berada di desa:

  • Gemeksekti (Kecamatan Kebumen)
  • Babadsari, Korowelang, Pejagatan, Mekarsari (Kecamatan Kutowinangun)
  • Dukuhrejosari (Kecamatan Ambal)
  • Wiromartan (Kecamatan Mirit)
  • Giyanti (Kecamatan Rowokele)
  • Weton Wetan (Kecamatan Puring)
  • Karangsari (Kecamatan Kebumen)
  • Bonosari (Kecamatan Sempor)

Pembangunan seluruh Pustu ini menelan anggaran Rp 6,85 miliar dari DAK Kesehatan 2025. Program ini diharapkan membawa layanan kesehatan lebih dekat, cepat, dan berkualitas ke masyarakat desa.

Fokus Tekan Angka Stunting

Selain infrastruktur, Pemkab Kebumen juga mengalokasikan Rp 2,83 miliar untuk pengadaan susu PKMK guna menekan angka stunting. Bantuan ini disambut gembira warga.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak. Ini sangat membantu untuk pertumbuhan anak saya,” ungkap Deni, warga Desa Giyanti, penerima bantuan susu untuk bayinya yang berusia 18 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kebumen, dr. Iwan, menjelaskan, distribusi susu ini menjadi salah satu strategi penting menurunkan angka stunting. “Kami berharap program ini benar-benar memberi dampak nyata pada tumbuh kembang anak-anak di Kebumen,” katanya.

Sementara itu, peluncuran aplikasi host-to-host Simkes dan Bank Jateng menjadi bagian dari langkah digitalisasi sistem kesehatan daerah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.