AMBAL, Kebumen24.com – Tradisi Grebeg Rolasan kembali digelar dengan meriah di Pantai Mliwis, Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal, Jumat (5/9/2025). Acara yang juga dikenal sebagai Grebeg Menthak Menthik ini menjadi magnet ribuan warga yang antusias menyaksikan arak-arakan budaya sekaligus rebutan gunungan hasil bumi.
Iring-iringan marching band, kereta kuda, bregodo (pasukan pengawal), hingga gunungan raksasa yang berisi hasil bumi, telur asin, tumpeng, dan aneka jajanan pasar menghiasi sepanjang jalan dari Balai Desa Kenoyojayan hingga Pantai Mliwis.
Setibanya di lokasi, gunungan diletakkan di Joglo, kemudian diadakan doa bersama dan pembacaan selawat. Puncak acara yang paling dinanti terjadi saat warga berebut gunungan hasil bumi dan telur asin. Kebersamaan dan kegembiraan terpancar dari wajah para pengunjung yang berhasil membawa pulang sebagian dari gunungan tersebut.
Menurut Ketua Panitia, Martijo, Grebeg Rolasan merupakan hasil kolaborasi antara pelaku usaha (200 pedagang di Pantai Mliwis), kelompok sadar wisata (pokdarwis), pemerintah desa, dan binaan dari Kecamatan Ambal.
“Mudah-mudahan Kebumen menjadi daerah yang makmur dan sejahtera,” ujarnya.
Kepala Desa Kenoyojayan, Martono, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah tradisi turun-temurun untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Tahun ini, acara ini sekaligus menjadi pembukaan Ambal Culture Fest yang menampilkan beragam seni tradisi, seperti kuda lumping, karawitan, jamjaneng, ketoprak, dan wayang orang,” tambahnya.
Bupati Lilis Nuryani, yang hadir bersama Dandim Letkol Arm Purba Sudibyo dan Kepala Disparbud Frans Haidar, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Pantai Mliwis adalah salah satu kebanggaan Kebumen, dan Grebeg Rolasan semakin menambah daya tarik wisata.
“Inilah potensi luar biasa, wisata budaya yang dipadukan dengan wisata alam,” tegas Bupati. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Pantai Mliwis, agar manfaat ekonominya terus berkelanjutan.
“Wisata bukan hanya soal datang dan menikmati, tapi juga merawatnya untuk anak cucu kita,” pesannya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















