KEBUMEN, Kebumen24.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen, Jumat (29/8/2025). Dalam kunjungan ini, Zulhas menyalurkan 5 ton beras cadangan pangan untuk masyarakat serta ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani.
Kegiatan dimulai di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian. Di lokasi ini, Menko Zulhas meresmikan Koperasi Desa Merah Putih sekaligus meninjau sejumlah UMKM lokal, termasuk pengrajin jas hujan dan peci. Menurutnya, koperasi tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa.
“Koperasi Desa Merah Putih ini bisa jadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Bayangkan, anak-anak muda bisa kumpul di halaman koperasi, ngopi hanya Rp 2.000, pasti ramai. Potensi ini harus terus digarap,” ujar Zulhas.
Ia menegaskan, koperasi yang masih “bayi baru lahir” ini akan mendapat pendampingan khusus melalui satgas yang diketuai dirinya bersama sejumlah menteri.
Usai dari Bojongsari, rombongan Menko Pangan melanjutkan agenda ke Gedung Pertemuan Setda Kebumen. Bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Zulhas menyerahkan bantuan pangan sekaligus 136 unit alsintan kepada 56 kelompok tani di 19 kecamatan.
Jenis alsintan yang disalurkan cukup beragam, mulai dari gerobak sorong, hand sprayer, hand traktor, mesin perajang tembakau, pompa air, hingga traktor roda dua, roda empat, dan power thresher. Bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen, APBD Provinsi Jawa Tengah, serta APBN.
Selain itu, Pemkab Kebumen juga menyalurkan 5 ton beras cadangan pangan pemerintah untuk 500 keluarga kurang mampu di lima kelurahan/desa, yaitu Bumirejo, Kebumen, Tamanwinangun, Kutosari, dan Pejagoan. Masing-masing keluarga menerima 10 kilogram beras.
Bupati Lilis Nuryani menegaskan bahwa sektor pertanian adalah kekuatan utama Kabupaten Kebumen.
“Petani adalah tulang punggung. Tanpa petani, tidak ada ketahanan pangan. Karena itu pemerintah akan terus mendukung mereka,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Menko Zulhas juga menyampaikan langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satunya adalah menaikkan harga gabah kering panen (GKP) dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 per kilogram.
“Kenaikan harga gabah ini agar petani mendapat keuntungan lebih layak dan tetap bersemangat menanam padi,” jelas Zulhas di hadapan ratusan undangan.
Meski begitu, ia mengakui kenaikan harga gabah akan berdampak pada naiknya harga beras di pasaran. Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah menyalurkan 360 ribu ton beras cadangan pangan bagi lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Bantuan alsintan yang diberikan pemerintah mendapat sambutan positif dari para petani. Salah satunya Anifudin, petani asal Desa Tambakrejo, Kecamatan Buluspesantren.
“Insyaallah bantuan ini akan kami gunakan untuk musim tanam satu (MT 1). Sangat membantu, apalagi lahan kami sering kering,” ungkapnya.
Menutup rangkaian kunjungan, Menko Zulhas juga menyampaikan duka cita atas insiden yang menimpa Affan Kurniawan saat aksi unjuk rasa di Jakarta. Tak ketinggalan, ia bersama Bupati Lilis turut meninjau Kebumen Fest 2025 yang saat ini memasuki hari ketujuh penyelenggaraan.
Dengan berbagai langkah nyata ini, Zulhas menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.(K24/ILHAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















