Pemerintahan

Refleksi 6 Bulan Kepemimpinan Lilis-Zaeni, Forum Bodronolo Berdaya Sampaikan Kritik dan Masukan

1096
×

Refleksi 6 Bulan Kepemimpinan Lilis-Zaeni, Forum Bodronolo Berdaya Sampaikan Kritik dan Masukan

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat menyampaikan tanggapan atas kritik dan masukan dalam Sarasehan Refleksi 6 Bulan Kepemimpinan di Hotel Candisari, Karanganyar, Rabu (13/8/2025).

KARANGANYAR, Kebumen24.com – Enam bulan pasca dilantik, kepemimpinan Bupati Kebumen Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah mendapat sorotan dari masyarakat. Forum Bodronolo Berdaya menggelar sarasehan bertajuk “Menakar Arah, Membongkar Masalah: Refleksi 6 Bulan Kepemimpinan Lilis-Zaeni Menuju Kebumen Berdaya” di Hotel Candisari, Karanganyar, Rabu (13/8/2025).

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Lilis Nuryani, Sekda Edi Rianto, Kepala BPKPD Aden Andri Susilo, Kepala Bapperida Bahrun Munawir, mantan Bupati M. Yahya Fuad, pengusaha Khayub M. Lutfi, pengurus Forum Bodronolo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat umum.

Dalam sesi diskusi, sejumlah isu krusial mencuat. Salah satunya fasilitas publik di Pendopo Kabumian, khususnya gedung belakang, yang dinilai belum ramah difabel.

Sorotan lain tertuju pada Surat Edaran Bupati Nomor 400.10.0466 Tahun 2025 yang mengatur tambahan alokasi dana desa untuk pengelolaan sampah (minimal 7%), Gerakan Pangan Murah (minimal 8%), dan jalan poros desa (minimal 10%).

Sejumlah perwakilan desa mengaku keberatan karena alokasi tersebut sulit dipenuhi, apalagi APBDes 2025 sudah ditetapkan sebelumnya.

Masalah revitalisasi pasar tradisional yang dinilai belum menyentuh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara optimal, serta kendala akses menuju destinasi wisata juga mengemuka.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lilis menegaskan komitmen menjalankan pemerintahan bersih.

“Saya tidak mengizinkan Pak Fuad, Reza, atau anak-anak saya mengerjakan proyek di Kebumen. Jika ada yang mencatut nama saya, mohon diabaikan. Saya dan keluarga tidak akan bermain proyek,” tegasnya.

Sejumlah peserta sarasehan Forum Bodronolo Berdaya menyampaikan aspirasi terkait kebijakan dan program Pemkab Kebumen.

Kepala BPKPD Aden Andri Susilo menjelaskan, APBD 2025 telah disahkan sejak November 2024 sehingga Bupati Lilis hanya melaksanakan anggaran yang sudah ada. Meski demikian, efisiensi dilakukan dengan mengalihkan anggaran dari kegiatan kurang prioritas ke sektor yang lebih bermanfaat.

Beberapa capaian yang diraih selama enam bulan kepemimpinan Lilis-Zaeni antara lain:

  1. Infrastruktur: Anggaran perbaikan jalan dan jembatan naik dari Rp51,5 miliar menjadi Rp159,9 miliar; revitalisasi drainase kota Rp5,1 miliar; pembangunan stadion tahap I Rp4,3 miliar.
  2. Pendidikan: Rehabilitasi sekolah dari Rp2,3 miliar menjadi Rp18,9 miliar; rintisan pembangunan sekolah rakyat Rp200 miliar; rehabilitasi madrasah Rp3,1 miliar.
  3. Keagamaan: Tali asih Rp600 ribu/tahun untuk 1.667 guru TPQ; beasiswa untuk 723 santri tidak mampu; bantuan untuk 42 masjid, 67 mushola, dan 15 TPQ.
  4. Kesehatan: Premi BPJS Rp45 miliar untuk Universal Health Coverage (UHC); pembangunan 11 puskesmas pembantu; RSUD Kebumen surplus Rp10 miliar per Juni 2025.
  5. Investasi & Pariwisata: Alih fungsi bekas pasar hewan Purbowangi menjadi pabrik sarung tangan (mulai Oktober 2025); pembangunan jalan ke wisata Lembupurwo Rp4,3 miliar; program Agro Kebumen dan business matching UMKM.

“Pembangunan Kebumen tidak bisa saya lakukan sendiri. Semua masukan akan saya koordinasikan dengan OPD terkait,” ujarnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.