PemerintahanPertanian

Petani Bocor Panen Raya, Bupati Lilis: “Petani adalah Pahlawan Pangan Sejati”

1093
×

Petani Bocor Panen Raya, Bupati Lilis: “Petani adalah Pahlawan Pangan Sejati”

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen Lilis Nuryani didampingi Plt Kadistapang Slamet Mustolkhah saat melakukan panen raya padi di Desa Bocor, Buluspesantren.

BULUSPESANTREN, Kebumen24.com — Senyum lebar penuh kebahagiaan terpancar dari wajah para petani Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Rabu (9/7/2025). Mereka merayakan kesuksesan panen raya padi Musim Tanam II (MT II) di area Irigasi Pompa (IRPOM) Blok Sipiring, tepat di sebelah timur SMPN 1 Buluspesantren.

Momentum panen raya ini semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Slamet Mustolkhah.

Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sri Kuntarti, jajaran Forkopimcam Buluspesantren, Pemdes Bocor, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rejeki, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Buluspesantren, mahasiswa KKN, serta perwakilan petani setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang telah bekerja keras mewujudkan swasembada pangan.

“Para petani itu luar biasa, mereka adalah pahlawan pangan sejati,” tegasnya penuh semangat.

Bupati Lilis juga mengingatkan, profesi petani adalah profesi mulia yang tidak akan pernah lekang oleh waktu.

“Kita semua bisa makan hari ini dan esok karena ada petani. Dunia boleh berubah, zaman boleh berganti, tapi manusia tetap butuh makan. Karena itu, petani harus bangga dengan profesinya,” tambahnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut terjun ke dunia pertanian. Menurutnya, bertani kini bisa dilakukan secara modern, lebih produktif, dan menguntungkan.

“Saya berharap muncul petani-petani muda di Kebumen. Mari kita bangga jadi petani!” serunya.

Kepala Desa Bocor, Mulyono, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan panen tahun ini.

“MT II tahun lalu tidak bisa tanam, alhamdulillah tahun ini bisa. Ini semua berkat pompa air bantuan pemerintah yang mampu mengairi 8 hektare sawah,” jelas Mulyono.

Mayoritas varietas yang ditanam adalah Inpari 32, dengan sekitar 15% varietas lainnya. Dari luasan sekitar setengah hektare yang dipanen dalam acara ini, petani berhasil memanen sekitar 3 ton padi.

Meski demikian, para petani masih menghadapi tantangan serius, yaitu kelangkaan pupuk.

“Uangnya ada, tapi pupuknya tidak ada,” keluh Muwakhir, salah satu petani, menggambarkan kondisi yang kerap menyulitkan mereka.

Permasalahan pupuk ini menjadi perhatian khusus yang harus segera diatasi agar kesejahteraan petani dapat terus meningkat.

Sebagai penutup, Bupati Lilis melakukan panen padi secara simbolis dan turut mencoba mesin giling padi, menambah semangat para petani yang hadir.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.