KEBUMEN, Kebumen24.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kebumen semakin mantap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen untuk memajukan dunia olahraga. Melalui Sarasehan Cabang Olahraga (Cabor) yang digelar di Pendopo Kabumian, Sabtu (6/7), ratusan insan olahraga sepakat memperkuat sinergi demi mewujudkan Kebumen sebagai pusat prestasi dan pembinaan olahraga nasional.
Acara yang diikuti 150 peserta dari 42 cabor ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wakil Bupati Zaeni Miftah, Plt Ketua KONI Kebumen, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Kepala Badan Pendapatan Daerah, serta dua narasumber utama, H. Ayub Lutfi dan H. Fuad Yahya.
Dalam sarasehan ini, terungkap betapa pentingnya menjadikan KONI sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Bupati Lilis Nuryani menekankan perlunya satu visi dan langkah bersama antara Pemkab dan KONI untuk mendukung visi Kebumen BERDAYA: Beriman, Maju, Sejahtera, dan Berbudaya.
Namun, beberapa catatan kritis juga mengemuka. Salah satunya menyangkut peran KONI dan cabor yang dinilai masih kurang optimal, terutama dari sisi infrastruktur, pendanaan, hingga pola pembinaan. Untuk itu, berbagai pihak mendorong kolaborasi lebih aktif dengan pemerintah, sekolah, hingga dunia usaha. Skema “Bapak/Ibu Asuh” pun diusulkan agar pendanaan pembinaan atlet bisa lebih berkelanjutan.
Potensi olahraga di Kebumen sejatinya sangat besar. Terbukti, sejumlah atlet asal Kebumen telah menorehkan prestasi di tingkat nasional, mulai dari bola voli, futsal, hingga rugby. Keberhasilan tersebut diyakini dapat menjadi modal kuat untuk mengembangkan Kebumen sebagai pusat pendidikan, pembinaan, dan pelatihan atlet, bahkan bisa menjadi rujukan bagi daerah lain.
Selain itu, pentingnya pembinaan atlet muda juga menjadi sorotan utama. Para peserta sepakat, pembibitan harus dilakukan secara terencana, profesional, dan berkesinambungan. Salah satu strategi yang diusulkan adalah pola feeder school, yakni kerja sama dengan sekolah-sekolah formal, klub olahraga, hingga sanggar latihan di desa.
Pembangunan sport center yang representatif juga menjadi salah satu rekomendasi utama. Fasilitas ini dinilai sangat penting untuk mendukung latihan atlet, menggelar kejuaraan, hingga meningkatkan daya tarik Kebumen sebagai “showcase” olahraga nasional. Bahkan, banyak pihak mendorong agar pembangunannya dapat dimulai secara bertahap atau melalui skema multiyears.
Lebih dari sekadar prestasi, olahraga juga dipercaya bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan tumbuhnya industri olahraga, diharapkan tercipta lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkaya khazanah budaya lokal.
“Olahraga adalah pintu masuk untuk membangun Kebumen yang lebih berdaya saing, bukan hanya di tingkat Jawa Tengah, tetapi juga nasional,” tegas Imam Satibi, yang menjadi moderator sekaligus pemantik diskusi.
Sarasehan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem olahraga di Kebumen, memperkuat rasa bangga terhadap daerah, dan mempersiapkan lahirnya atlet-atlet berprestasi masa depan. (k24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















