PemerintahanPERISTIWA

Diduga Kena Serangan Jantung, Peserta Kebumen Geopark Trail Run 2025 Meninggal Dunia

1993
×

Diduga Kena Serangan Jantung, Peserta Kebumen Geopark Trail Run 2025 Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Tim medis dan panitia Kebumen Geopark Trail Run 2025 mengevakuasi peserta yang diduga mengalami serangan jantung.(Dok: AI)

KEBUMEN, Kebumen24.com — Kabar duka menyelimuti ajang Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2025 yang berlangsung di objek wisata Sagara View of Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kebumen. Seorang peserta bernama Elyasa (38), warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, meninggal dunia diduga akibat serangan jantung, pada Minggu, 13 Juli 2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media, korban diketahui berinisial EY (37) itu mengikuti kategori 7 kilometer dan memulai lomba sekitar pukul 07.30 WIB bersama rekannya. Namun, saat memasuki kilometer 3,5, detak jantung EY yang terpantau di jam statistik mulai tidak stabil. Melihat kondisi tersebut, rekannya langsung mengevakuasi EY menggunakan sepeda motor menuju area tenda peserta.

Setibanya di tenda, EY sempat bercanda dan bermain ponsel bersama teman-temannya. Namun, sekitar pukul 09.17 WIB, ia mendadak kejang dan tidak sadarkan diri sambil menggigit gigi. Tim medis segera dipanggil.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen, Frans Haedar, menjelaskan tim medis tiba pukul 09.20 WIB dan langsung melakukan penanganan darurat, termasuk pemasangan infus, ambubag, serta resusitasi jantung paru (RJP). EY kemudian dirujuk ke IGD RSU PKU Muhammadiyah Gombong sambil terus dilakukan RJP. Namun sayangnya, nyawa korban tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pukul 10.45 WIB.

“Atas nama pemerintah dan panitia, kami turut berbelasungkawa. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Frans saat dihubungi, Senin 14 Juli 2025.

Jajaran Polsek Buayan bersama tim INAFIS Polres Kebumen yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi.

Salah Satu Peserta Kebumen Geopark Trail Run 2025 Saat Acara Berlangsung, Minggu 13 Juli 2025.

Seperti diketahui, ajang Kebumen Geopark Trail Run 2025 diikuti lebih dari 1.600 pelari, termasuk 30 pelari mancanegara. Event ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga sarana promosi keindahan alam dan edukasi geologi Kebumen yang baru saja menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp).

Dalam konferensi pers sebelum lomba, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi alam Kebumen ke kancah internasional.

“Kegiatan ini memadukan olahraga dengan eksplorasi keindahan karst, pantai, dan hutan Kebumen. Kami ingin menjembatani masyarakat dengan alam, serta memperkuat branding Kebumen Geopark,” ujar Lilis.

Panitia menyediakan empat kategori lomba: 3K, 7K, 14K, dan 21K, dengan rute menantang yang melewati berbagai destinasi wisata unggulan, seperti Bukit Jerit, Watubale, Pantai Menganti, hingga perkampungan warga.

Seluruh rute telah dilengkapi fasilitas keamanan, termasuk tali di jalur terjal, pita penanda, tim marshal, serta tim evakuasi dari berbagai unsur seperti SAR, Tagana, Dinkes, hingga rumah sakit rujukan.

Selain memperebutkan medali dan hadiah door prize, banyak peserta menekankan tujuan mereka adalah untuk berolahraga sambil menikmati keindahan alam serta menjalin kebersamaan.

KGTR 2025 diharapkan bisa terus berlanjut sebagai ajang tahunan berskala internasional dan menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Kebumen.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.