TRADISIWisata

Merdi Desa Tanggulangin: Harmoni Syukur, Laut, dan Wayang Kulit

1008
×

Merdi Desa Tanggulangin: Harmoni Syukur, Laut, dan Wayang Kulit

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Tanggulangin antusias mengikuti arak-arakan gunungan hasil bumi sebelum dilarung ke laut, sebagai simbol rasa syukur dan doa untuk keselamatan. (Foto: Kebumen24/Ilham)

KLIRONG, Kebumen24.com — Semangat syukur dan pelestarian budaya menyatu dalam tradisi Merdi Desa yang digelar Pemerintah Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Minggu (6/7/2025). Tradisi tahunan ini menjadi momentum masyarakat untuk berterima kasih atas limpahan rezeki, sekaligus menjaga kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Sejak pagi, suasana penuh kekhidmatan terasa di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanggulangin. Ratusan warga mengikuti doa bersama, tahlil, serta pemberian santunan kepada 70 anak yatim dan lansia. Momen ini mencerminkan nilai spiritualitas sekaligus kepedulian sosial yang begitu kuat di tengah masyarakat pesisir.

Memasuki siang hari, kemeriahan semakin terasa dengan arak-arakan gunungan berisi hasil bumi yang diiringi kesenian tradisional. Gunungan kemudian dilarung ke laut, sebagai simbol mengembalikan hasil alam kepada Sang Pencipta, seraya memanjatkan doa untuk keselamatan, kelimpahan rezeki, dan keberkahan hidup.

Kepala Desa Tanggulangin, Moh Kasimin, menegaskan bahwa Merdi Desa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan bersama.

“Merdi Desa adalah wujud rasa syukur masyarakat atas panen dan hasil laut yang melimpah. Kami berharap tradisi ini terus dicintai generasi muda agar tidak tergerus zaman,” ujar Kasimin.

Selepas prosesi larung, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengajian dan makan bersama dalam tradisi tumpengan di Balai Desa. Malam harinya, suasana semakin semarak dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Dalang Subur Hadi Prayitno. Tidak hanya satu kali, pertunjukan wayang juga sempat digelar pada siang hari, menambah semangat kebersamaan dan hiburan bagi warga.

Merdi Desa Tanggulangin tak sekadar menjadi simbol syukur, tetapi juga menjadi ajang mempererat persatuan warga serta media edukasi budaya bagi generasi muda. Tradisi yang sarat makna ini diharapkan terus lestari sebagai identitas dan kekayaan budaya lokal. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.