KEBUMEN, Kebumen24.com — Hari Raya Idul Adha 1446 H membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha penggilingan daging di Pasar Pagi Kebumen. Dalam momen penuh suka cita ini, lonjakan permintaan penggilingan daging meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Adi Wibowo, pemilik usaha penggilingan bakso di kawasan Pasar Pagi, mengungkapkan bahwa lonjakan ini terjadi seiring tradisi masyarakat yang mengolah daging kurban menjadi aneka hidangan siap santap seperti bakso, semur, hingga rendang.
“Alhamdulillah, omzet meningkat tiga kali lipat. Kalau biasanya hanya sekitar satu ton per hari, saat Iduladha bisa mencapai tiga ton daging yang kami giling,” ujar Adi, saat ditemui di kiosnya, Sabtu 7 Juni 2025.
Ia menjelaskan, layanan penggilingan yang ditawarkan sangat fleksibel, mengikuti keinginan konsumen mulai dari tingkat kelembutan, komposisi bumbu, hingga hasil akhir. Harga jasa yang ditawarkan pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram, tergantung permintaan khusus dan tambahan bahan.
“Konsumen tinggal bawa daging dari rumah. Hasilnya langsung jadi adonan siap masak, bahkan sudah berbumbu sesuai takaran. Praktis dan hemat waktu,” imbuhnya.
Adi menambahkan, masa paling sibuk biasanya terjadi pada H+2 hingga H+3 setelah hari penyembelihan. Jika hari biasa mereka hanya melayani sekitar 200 orang per hari, saat Iduladha jumlah pelanggan bisa melonjak hingga 500 orang.
“Biasanya kita buka dari pukul 04.30 sampai 12.00 WIB. Tapi khusus Iduladha, kita buka sampai sore agar semua antrean terlayani,” katanya.
Tak hanya dari sisi pelaku usaha, antusiasme warga pun tinggi. Salah satunya Suprapti, warga Tambakrejo, Kecamatan Buluspesantren. Ia mengaku rutin menggiling daging kurban tiap tahunnya untuk diolah menjadi bakso.
“Supaya tidak bosan dengan olahan daging yang itu-itu saja. Dibuat bakso lebih praktis dan bisa tahan lama. Saya biasanya bagikan juga ke keluarga dan tetangga,” ucap Suprapti, sembari menunggu antrean.
Tahun ini, ia membawa dua kilogram daging untuk digiling. Ia mengaku senang karena mendapat bagian kurban cukup banyak, sehingga bisa diolah menjadi makanan favorit keluarga.
“Kalau sedikit biasanya dimasak rendang atau semur. Tapi kalau banyak seperti sekarang, saya pilih digiling jadi bakso,” tutupnya dengan senyum.(K24/ILHAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















