SEMARANG, Kebumen24.com – Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan mutu layanan pendidikan madrasah, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah resmi membentuk Forum Komunikasi Komite Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Jawa Tengah. Kegiatan pembinaan dan pembentukan forum ini digelar di Merapi Ballroom Hotel Grasia, Semarang, selama dua hari, Selasa–Rabu, 3–4 Juni 2025.
Forum ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk menjalin komunikasi dan kolaborasi antarkomite MAN di seluruh provinsi. Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Dr. H. Saiful Mujab, melalui surat resmi bernomor 21.000/Kw.11.2/5/PP.03.1/05/2025, meminta setiap MAN mengirimkan tiga pengurus komite untuk mengikuti kegiatan penting ini.
“Forum ini diharapkan menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antarkomite dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan madrasah,” ujar Saiful Mujab dalam keterangan tertulisnya, Selasa 3 Juni 2025.
Agenda Strategis dan Berisi
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan resmi pada Selasa siang (3/6), dilanjutkan pembinaan oleh Kepala Kanwil dan Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU). Para peserta juga mendapatkan materi tentang peran strategis komite dalam peningkatan mutu madrasah dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penma), serta pemaparan aspek hukum terkait Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2020 dari Kasubbag Hukum.
Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu 4 Juni 2025,, ditandai dengan pembentukan struktur pengurus Forum Komunikasi Komite MAN se-Jateng oleh Tim Kelembagaan, serta penyampaian laporan hasil dan rencana tindak lanjut.
Komite: Pilar Kemajuan Madrasah
Dalam sambutannya, Kabag TU Kanwil Kemenag Jateng, Dr. H. Wahid Arbani, S.Ag., M.Si., menegaskan pentingnya peran komite madrasah sebagai mitra strategis dalam pengelolaan pendidikan.
“Komite bukan hanya pendukung, tetapi juga pengawas, perencana, dan penggerak partisipasi masyarakat. Mereka adalah jembatan antara madrasah, masyarakat, dan pemerintah,” tegasnya.
Menurutnya, komite memiliki empat fungsi utama: perencanaan, pengawasan, advokasi, dan penggalangan dukungan. Semua peran ini diperkuat oleh regulasi dalam PMA Nomor 16 Tahun 2020.
Dengan terbentuknya forum ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam mewujudkan madrasah yang lebih unggul, inklusif, dan adaptif. Forum ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat sinergi antara komite madrasah, masyarakat, dan pemerintah untuk membangun ekosistem pendidikan yang partisipatif dan berkelanjutan.
‘’Dengan koordinasi yang solid antarwilayah, madrasah di Jawa Tengah siap menjawab tantangan zaman dan menjadi pelopor dalam transformasi pendidikan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan,’’pungkasnya.
Beritkut daftar Pengurus Forum Komunikasi Komite MAN se-Jateng 2025–2028:
- Ketua Umum: Zainal Abidin Petir, SH, MH (Semarang)
- Wakil Ketua per Karisidenan:
- Semarang: Abu Mansyur
- Banyumas: Fakhrurozi
- Kedu: M. Fandi Yusuf, SH, MH
- Surakarta: Agus Hadi Susanto, M.Si
- Pekalongan: H. Supaat, M.Pd
- Pati: Drs. Munaji Aji Negoro
- Sekretaris: Saiful Hadi dan H. Ali Imron (Semarang)
- Bendahara: Dr. Siti Puryandani (Semarang) dan Subarkah (Kudus)
- Humas:
- Maharno Zaka (Wonosobo)
- Kasmudi (Pekalongan)
- Badarudin (MAN 1 Karanganyar)
- Dalail (MAN 3 Banyumas)
- Advokasi Hukum:
- Setiawan Widyoko, SH, M.Kn
- Kustoro Wihanjayantos, S.IP (MAN 1 Brebes)
- Khasanun Sholeh (Rembang)
- Sumarjianto, SH, MH (Wonogiri)
- Suparijanto Sigit, SH, MM (Pati)
Tim Liputan Kebumen24.com
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















