GOMBONG, Kebumen24.com – Dalam rangka memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Kebumen menggelar kegiatan Mujahadah dan Pengajian bersama wali murid, Minggu (18/5/2025). Bertempat di aula madrasah, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk membangun harmoni antara orang tua dan pihak madrasah dalam mendidik dan membentuk karakter peserta didik.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh tiga siswi kelas XI yang merupakan calon hafidzah, yakni Safina Carisa Putri, Sa’adah Ruhiyatun Nisa, dan Nabila Khumairah. Lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan dengan penuh khidmat menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam bagi para peserta.
Mujahadah dipimpin oleh Drs. Dasuki Anwar, M.Ag., dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustadz Agus Husain Asabiq, M.Pd. Dalam ceramahnya, Ustadz Agus menekankan pentingnya peran keluarga sebagai madrasah pertama dalam menanamkan nilai-nilai agama, etika, dan kedisiplinan kepada anak-anak.
Kepala MAN 4 Kebumen, Sugeng Warjoko, M.Ed., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi merupakan program strategis madrasah dalam membangun komunikasi dan kolaborasi dengan orang tua siswa.
“Pendidikan bukan hanya tugas sekolah. Kami di madrasah hanya bagian dari perjalanan pendidikan anak. Peran orang tua di rumah jauh lebih besar, terutama dalam menanamkan nilai moral, etika, dan religiusitas,” ujar Sugeng.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Mujahadah dan Pengajian ini akan dilaksanakan secara rutin setiap lima pekan, bertepatan dengan hari Minggu Kliwon dalam kalender Jawa. Dengan konsistensi tersebut, pihak madrasah berharap akan terbangun hubungan yang lebih erat antara guru dan wali murid, sehingga berbagai tantangan pendidikan dapat dihadapi bersama.
Sugeng juga memaparkan berbagai program pembinaan karakter yang telah diterapkan di madrasah, antara lain:
- Pembiasaan 3S (Senyum, Sapa, Salam) setiap pagi untuk membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa.
- Kedisiplinan waktu, di mana siswa wajib hadir sebelum pukul 07.00 WIB, dan sanksi diberikan bagi yang terlambat.
- Ngaji Al-Qur’an bersama selama 10 menit sebelum pelajaran dimulai sebagai penguat spiritualitas.
- Shalat Dzuhur berjamaah sebagai bagian dari pembiasaan ibadah.
- Program “Sabtu Ceria” dengan kegiatan olahraga atau jalan sehat bersama untuk menjaga kesehatan fisik dan mental siswa.
- Pembinaan karakter oleh Koramil khusus bagi siswa yang sering terlambat, sebagai langkah edukatif yang tegas namun tidak represif.
Ia menambahkan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman seperti penyalahgunaan media sosial dan pergaulan bebas, peran orang tua sangat vital untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur yang ditanamkan madrasah.
“Kami ingin orang tua memahami apa yang kami lakukan di madrasah, sehingga dapat melanjutkan dan memperkuat pembinaan di rumah. Dengan kolaborasi ini, insyaAllah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia,” pungkas Sugeng.
Selain mempererat hubungan emosional, kegiatan ini juga menjadi sarana penyampaian berbagai informasi penting terkait kebijakan madrasah, program unggulan, serta aspirasi wali murid untuk kemajuan bersama.(K24/ILHAM)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















