KEBUMEN, Kebumen24.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, para petani cabe di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen mulai memanen hasil jerih payah mereka. Namun bukan hanya panen yang dinanti, mereka juga menggantungkan harapan besar, harga jual cabe yang terus naik demi memperbaiki kesejahteraan.
Di tengah panas terik matahari, beberapa petani memetik cabe merah kriting dengan penuh semangat. Salah satunya adalah Indah, petani yang mengaku telah setahun terakhir menekuni budidaya cabe bersama suaminya.
“Setiap minggu bisa dua kali petik, dan ini petikan ketujuh. Alhamdulillah bisa dapat 40 kilogram dari 1.200 batang,” ujar Indah saat ditemui di kebunnya, Jumat 30 Mei 2025.
Indah mengungkapkan, pada awal musim panen tahun ini harga cabe sempat menembus Rp25.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Namun, belakangan harga mulai berfluktuasi. Ia berharap, menjelang Idul Adha, permintaan pasar meningkat dan harga bisa kembali melonjak.
“Kami sangat berharap harganya naik lagi, karena ini harapan kami untuk menutup biaya produksi dan kebutuhan lebaran,” tambahnya.
Sebagai petani kecil, hasil panen cabe bukan sekadar angka di timbangan, tapi menjadi penopang ekonomi keluarga. Jika harga anjlok, keuntungan nyaris tak sebanding dengan modal dan tenaga yang dikeluarkan.
“Menjelang lebaran kurban ini, kami berharap pasar mendukung dan harga bersahabat. Supaya kami juga bisa ikut merayakan dengan tenang,” tutupnya.
Kini, para petani di Setrojenar hanya bisa berharap langit cerah terus menaungi ladang mereka dan harga cabe ikut naik, seiring harapan yang tumbuh dari tanah yang mereka garap dengan sepenuh hati.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















