BULUSPESANTREN, Kebumen24.com – Mendukung terciptanya swasembada pangan nasional, Kelompok Pemuda Tani Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, menggelar temu lapang di lahan jagung awal masa panen, Rabu (12/2/2026).
Puluhan petani milenial terlihat antusias mengamati bulir jagung yang sudah terkupas di lahan berderet rapi. Jagung yang menguning keemasan itu siap dipanen, berpadu dengan teriknya sinar matahari di pesisir selatan Kebumen.
Parso, salah satu petani muda yang tergabung dalam Kelompok Pemuda Tani Setrojenar, menjelaskan bahwa jagung merupakan produk unggulan wilayah pesisir selatan dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah.
“Tanaman jagung cukup sederhana perawatannya. Mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, hingga panen tidak memerlukan banyak tenaga. Dari benih jagung 1,5 kilogram di lahan saya, diperkirakan bisa menghasilkan 8 kwintal jagung kering. Harga panen kali ini sekitar Rp5.700 per kilogram,” ujar Parso kepada Kebumen24.com.
Sementara itu, Esti Wahyuni, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Buluspesantren, menekankan pentingnya pemilihan benih unggul serta pengolahan lahan yang tepat.
“Dalam mendukung swasembada pangan, petani perlu memilih benih yang baik. Selain itu, penggunaan pupuk kandang yang belum terfermentasi dengan benar bisa menimbulkan kendala seperti serangan virus dan penyakit pada tanaman,” jelas Esti.
Acara temu lapang ini tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi para pemuda tani, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan produktivitas jagung di Kabupaten Kebumen, sekaligus mendukung program pemerintah menuju kedaulatan pangan nasional.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















