PURING, Kebumen24.com – Suasana Pantai Kembar Terpadu di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, tampak berbeda pada Jumat-Sabtu, 25-26 April 2025. Puluhan peserta dari berbagai daerah berkumpul dalam semangat kebersamaan, mengikuti kegiatan Book Camp Save Earth yang diinisiasi oleh Komunitas Book Party Kebumen, berkolaborasi dengan sejumlah komunitas lokal lainnya.
Mengusung tema “Dengan Membaca, Inspirasi Serta Lindungi Bumi Bebas Sampah”, kegiatan ini tak sekadar menjadi ruang alternatif literasi, tetapi juga menjadi ajang memperkuat kepedulian terhadap isu-isu lingkungan.
“Ini adalah Book Camp Save Earth batch pertama. Kami ingin ini menjadi agenda tahunan. Selain peserta dari Kebumen, ada juga yang datang dari Kudus, Wonogiri, hingga Banyumas,” ujar Gilang Tri Prasetyo, Ketua Panitia, saat ditemui Jumat (25/4).
Book Party Kebumen menggandeng berbagai komunitas seperti Lingkar Temu Kebumen, Sahabat Lingkungan Kebumen, dan Kincir Ilmu Kebumen untuk memperkaya kegiatan. Selama dua hari, peserta disuguhkan rangkaian acara edukatif dan menyenangkan, mulai dari workshop kreatif, bedah buku, sosialisasi konservasi penyu, hingga edukasi hidup bebas sampah. Tak ketinggalan, sesi camping ceria menjadi momen berkesan yang mempererat kebersamaan di tengah keindahan alam terbuka.
“Kami ingin kegiatan ini bukan cuma soal baca buku dan jaga lingkungan, tapi juga jadi ruang pertemuan lintas komunitas. Banyak anak muda punya ide luar biasa, tapi belum punya wadah untuk berkembang. Di sinilah tempatnya,” tambah Gilang.
Salah satu sesi paling menarik adalah kegiatan menghias tempat sampah. Melalui sentuhan seni, para peserta diajak mengubah stigma bahwa tempat sampah adalah benda kumuh, menjadi media kampanye kreatif yang estetis dan mengundang perhatian.
“Dengan membuat tempat sampah jadi menarik, kami berharap orang-orang jadi lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujar Gilang.
Meski tergolong baru, Book Party Kebumen menunjukkan semangat besar dalam mendorong gerakan literasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Komunitas ini rutin menggelar diskusi dan bedah buku, menyasar generasi muda agar lebih gemar membaca dan peduli pada isu-isu sosial, khususnya lingkungan.
“Book Party adalah komunitas literasi. Kami terbiasa sharing dan bedah buku. Meski masih baru, kami ingin terus bergerak bersama komunitas lain untuk menularkan semangat membaca dan mencintai lingkungan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar kegiatan, Book Camp Save Earth menjadi simbol awal gerakan yang lebih besar: menjadikan literasi dan kepedulian lingkungan sebagai gaya hidup generasi muda. Dengan semangat kolaboratif, para peserta berharap agenda serupa dapat terus digelar secara rutin dan semakin inklusif.
“Harapan kami, tahun-tahun ke depan akan ada book camp yang lebih besar, lebih ramai, dan semakin berdampak,” pungkas Gilang.(K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















