Pemerintahan

Disambut Meriah, Program Cek Kesehatan Gratis di Kebumen Sudah Dirasakan 58 Ribu Warga

930
×

Disambut Meriah, Program Cek Kesehatan Gratis di Kebumen Sudah Dirasakan 58 Ribu Warga

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Antusiasme warga Kebumen terhadap program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sungguh luar biasa. Sejak dimulai pada 10 Februari 2025, hingga Jumat (25/4), tercatat sudah 58.000 orang yang memanfaatkan layanan ini di 35 Puskesmas se-Kabupaten Kebumen.

Program nasional yang digulirkan oleh pemerintah pusat ini secara resmi diluncurkan di Kebumen oleh Bupati Lilis Nuryani di Puskesmas Petanahan. Didampingi Wakil Bupati Zaeni Miftah dan jajaran OPD, Bupati menegaskan bahwa CKG bukan sekadar kegiatan seremoni, tapi wujud nyata komitmen negara dalam menjamin hak dasar masyarakat: hak untuk sehat.

“Ini bukan cuma periksa tensi, tapi pemeriksaan menyeluruh—dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dari bayi yang baru lahir sampai lansia,” ujar Bupati Lilis di hadapan warga.

Menurutnya, layanan yang diberikan mencakup cek tekanan darah, gula darah, deteksi risiko stroke dan jantung, pemeriksaan fungsi ginjal, hingga deteksi dini kanker. Semua disesuaikan dengan usia dan kebutuhan masing-masing peserta.

“Pokoknya semua dapat layanan, tidak ada yang tertinggal,” tegasnya.

Dengan target ambisius menjangkau 1,2 juta penduduk, program ini terus digenjot agar makin banyak warga yang sadar pentingnya menjaga kesehatan. Bupati pun mengimbau masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk datang periksa.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kabupaten Kebumen, dr. Iwan Danardono, menambahkan bahwa pendaftaran CKG kini semakin mudah. Masyarakat cukup datang langsung ke Puskesmas terdekat tanpa perlu aplikasi apapun.

“Kalau dulu harus lewat aplikasi SatuSehat Mobile, sekarang nggak perlu lagi. Bisa datang kapan saja saat jam kerja. Nggak harus nunggu ulang tahun,” jelasnya.

Lebih dari itu, peserta juga akan mendapatkan obat gratis bila diperlukan. Dan bagi yang memiliki BPJS Kesehatan, bila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit serius, akan langsung dirujuk ke rumah sakit tanpa harus khawatir soal biaya.

Menariknya, pada momen peluncuran di Petanahan itu juga dilaksanakan pemeriksaan gigi khusus untuk penyandang Down Syndrome, yang jumlahnya di Kebumen mencapai 655 orang. Selain itu, dilakukan pula pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) bagi 35 peserta.

Target besar program ini adalah menjangkau 80 persen penduduk Kebumen hingga Oktober 2025.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.