Pendidikan

Symposium Internasional Digelar di Karangsambung, Kebumen Siap Melangkah ke Panggung Dunia

74
×

Symposium Internasional Digelar di Karangsambung, Kebumen Siap Melangkah ke Panggung Dunia

Sebarkan artikel ini

KARANGSAMBUNG, Kebumen24.com – Kawasan geologi Karangsambung kembali menjadi sorotan dunia internasional. Symposium Summer School Geoconservation of Kebumen yang digelar di Auditorium Luk Ulo Kampus Geologi Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Kamis (7/5/2026), menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Kebumen sebagai kawasan geopark bertaraf dunia.

Kegiatan internasional tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, hingga mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas penguatan geokonservasi dan pengelolaan Kebumen UNESCO Global Geopark secara berkelanjutan.

Tak sekadar forum ilmiah, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kekayaan geologi Kebumen kepada dunia internasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Profesor Irwan Trinugroho, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwakili Doktor Idham Andri Kurniawan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS Doktor Didik Gunawan Suharto, Kepala BRIN Karangsambung sekaligus Manajer Yayasan Pendidikan Geologi Karangsambung Insinyur Istanto, serta jajaran Forkopimcam Karangsambung.

Selain itu, sejumlah panelis dari dalam dan luar negeri turut hadir, di antaranya Dokter Faiz Alaudien Reza Mardhika, Profesor Hiroki Kasamatsu dari Universitas Ehime Jepang, Doktor Nur Hafizah Binti Yusoff dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Doktor Latifah Binti Abdul Latib dari Universitas Putra Malaysia, Insinyur Alfend Rudyawan dari ITB, Ella Ubaidi M.B.A., hingga Rino Ardian Nugroho dari UNS.

Dalam sambutannya, Profesor Irwan Trinugroho menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS, serta Pemerintah Kabupaten Kebumen dengan dukungan Program School Equity–World Class University.

Menurutnya, summer school tahun ini sengaja dipusatkan di Kabupaten Kebumen sebagai upaya memperkenalkan Kebumen ke tingkat internasional melalui kehadiran peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Pakistan, hingga Aljazair.

“Program ini dirancang sebagai platform akademik internasional yang mengintegrasikan keunggulan ilmiah, pembelajaran berbasis lapangan, dan prinsip pembangunan berkelanjutan,” ujar Irwan.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, Kebumen semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

“Kami ingin Kebumen dikenal luas dan semakin banyak wisatawan datang ke Kebumen,” ungkapnya.

Irwan menambahkan, rangkaian kegiatan symposium dan summer school tidak hanya berisi diskusi ilmiah, tetapi juga community visit, pendampingan masyarakat lokal, hingga kunjungan ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kebumen.

Bahkan di akhir kegiatan, para peserta dan akademisi akan menyusun policy brief serta kajian ilmiah yang nantinya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen sebagai bahan rekomendasi pengembangan geopark berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa Kebumen memiliki kekayaan geologi yang sangat bernilai dan harus dikelola secara serius untuk kepentingan masyarakat.

“Kawasan Karangsambung, pantai karst di Ayah, dan bentang alam lainnya kini menjadi bagian dari Kebumen UNESCO Global Geopark. Ini merupakan amanah yang harus dijaga dan dikelola dengan arah yang jelas untuk kepentingan masyarakat,” kata Lilis.(K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.