KEBUMEN, Kebumen24.com – Di tengah hiruk-pikuk ngabuburit di Jalan Tentara Pelajar, tepatnya di depan Mapolres Kebumen, Rabu (19/3), terlihat pemandangan yang menghangatkan hati. Polres Kebumen menggelar aksi sosial pembagian takjil dengan melibatkan Sahabat Difabel Kebumen dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Kegiatan yang biasanya diisi dengan pembagian makanan ringan itu menjadi spesial dengan hadirnya para penyandang disabilitas dari Panti Asuhan ABK Manunggal Gombong. Bersama Bhayangkari, PP Polri, Warakawuri, dan Sahabat Difabel, mereka berbagi kebahagiaan dan berkah di bulan Ramadhan.
“Kami tidak hanya berbagi takjil, tapi juga berbagi kasih sayang, kebersamaan, dan rasa saling menghargai tanpa memandang perbedaan,” ungkap Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, yang memimpin kegiatan tersebut.
Aksi sosial ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian Polres Kebumen terhadap masyarakat, tetapi juga sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiah dan kemitraan antara Polri dan masyarakat. Polres Kebumen sengaja melibatkan Sahabat Difabel sebagai simbol bahwa keamanan dan kenyamanan adalah milik semua kalangan, tanpa terkecuali.
Tidak hanya membagikan takjil, acara ini semakin bermakna dengan tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh Aiptu Musakir, peraih juara 3 tingkat nasional dalam lomba Dai Polisi. Pesannya tentang pentingnya merangkul perbedaan dan menebar kebaikan di bulan suci ini menyentuh hati semua yang hadir.
“Semoga dengan kegiatan ini, kita semakin termotivasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta menciptakan suasana Lebaran yang damai dan kondusif,” tambah Kompol Faris.
Setelah pembagian takjil, kebersamaan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen, menghadirkan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Ketua PP Polri Kebumen, AKP Purnawirawan S. Supriyanto, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menegaskan, meski telah memasuki masa purna, anggota PP Polri tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Polres Kebumen.
Aksi sosial Polres Kebumen kali ini membuktikan bahwa silaturahmi dapat dilakukan dengan lebih inklusif, menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas. Ini bukan sekadar pembagian takjil, tapi sebuah pesan bahwa semua orang layak dihargai dan dicintai.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















