KEBUMEN, Kebumen24.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, permintaan ketupat dan klontong di Pasar Tumenggungan, Kebumen, melonjak tajam pada Minggu (30/3/2025). Tradisi menyajikan ketupat saat Idulfitri membuat masyarakat berbondong-bondong membeli makanan khas ini.
Fenomena ini menjadi berkah bagi para pedagang ketupat dan perajin klontong yang hanya berjualan pada momen tertentu dalam setahun. Salah satunya adalah Widhia Mukaromah, seorang perajin ketupat dan klontong di Pasar Tumenggungan, yang mengaku mengalami peningkatan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Menjelang Lebaran, Alhamdulillah, penjualan ketupat tahun ini lebih laris dibandingkan tahun lalu. Ketupat matang lebih banyak diminati daripada klontongnya saja. Tahun lalu, dagangan kami kurang ramai, tetapi sekarang stok terus bertambah hingga sore hari,” ungkap Widhia.
Ia bersama keluarganya mulai berjualan sejak H-2 Idulfitri dengan puncak penjualan terjadi di H-1. Dalam sehari, ia bisa menjual ribuan ketupat untuk memenuhi permintaan pelanggan.
“Harga klontong satu ikat isi sepuluh biji Rp10 ribu. Sementara harga ketupat matang bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung ukuran dan jumlahnya,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang membeli klontong saja, mereka dapat mengolahnya sendiri di rumah dengan cara mengisi beras hingga setengah bagian, lalu merebusnya selama delapan jam hingga matang. Meskipun proses pembuatan ketupat memakan waktu lama, hasilnya lebih segar dan dapat disesuaikan dengan selera masing-masing.
Selain di Pasar Tumenggungan, peningkatan permintaan ketupat dan klontong juga terjadi di beberapa pasar tradisional lainnya di Kebumen. Para pedagang berharap momentum ini dapat memberikan keuntungan lebih setelah beberapa tahun sebelumnya mengalami penurunan akibat pandemi dan kondisi ekonomi yang belum stabil.(K24/Ilham).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















