KEBUMEN, Kebumen24.com – Malam Lailatul Qadar menjadi momen yang paling dinanti umat Islam di bulan Ramadhan. Keutamaannya yang disebut lebih baik dari seribu bulan menjadikannya waktu istimewa untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Gus Fachrudin Achmad Nawawi menegaskan Rasulullah Muhammad SAW telah memberi teladan dalam mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai ibadah, seperti memperbanyak sedekah, membaca Al-Quran, dan i’tikaf. Rasulullah juga menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.
Malam Lailatul Qadar, Keutamaan dan Pencariannya
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Rasulullah SAW menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah dan membangunkan keluarganya agar turut serta dalam beribadah.
Hadits lainnya menyebutkan bahwa Rasulullah SAW semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah di sepuluh malam terakhir, sesuatu yang tidak dilakukan pada bulan-bulan lainnya. Oleh karena itu, malam-malam ganjil dalam rentang waktu ini diyakini sebagai waktu paling potensial turunnya Lailatul Qadar.
Pandangan Ulama tentang Waktu Lailatul Qadar
Sejumlah ulama telah meneliti kemungkinan malam turunnya Lailatul Qadar. Imam Syafi’i berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama di malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, dan 27 Ramadhan. Pendapat ini juga didukung oleh ulama lainnya.
Imam Abu Hamid Al-Ghazali bahkan merumuskan kaidah untuk menentukan malam Lailatul Qadar berdasarkan hari pertama bulan Ramadhan:
Jika Ramadhan dimulai pada Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29.
- Jika dimulai pada Senin, maka jatuh pada malam ke-21.
- Jika dimulai pada Selasa atau Jumat, maka jatuh pada malam ke-27.
- Jika dimulai pada Kamis, maka jatuh pada malam ke-25.
- Jika dimulai pada Sabtu, maka jatuh pada malam ke-23.
Kaidah ini juga diperkuat oleh Syekh Abul Hasan As-Syadzili, yang mengaku selalu menemukan Lailatul Qadar sesuai metode tersebut.
Mengoptimalkan Ibadah di Malam Lailatul Qadar
Meski terdapat berbagai pendapat mengenai waktu pasti Lailatul Qadar, para ulama sepakat bahwa malam-malam terakhir Ramadhan adalah momen terbaik untuk meningkatkan ibadah. Rasulullah SAW telah memberikan teladan dengan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Quran, berzikir, dan berdoa.
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan. Siapa pun yang beribadah di malam itu dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni, ujar Gus Fachrudin.
Karena itu, sudah selayaknya umat Islam tidak melewatkan kesempatan ini. Menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan ibadah dan doa adalah langkah terbaik untuk meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
Sumber: Gus Fachru, Selasa 18 Maret 2025
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















