KEBUMEN, Kebumen24.com – Kombes Pol Latif Usman, perwira menengah kepolisian asal Kebumen, mendapat pujian dari berbagai kalangan atas dedikasi dan kepeduliannya terhadap masyarakat. Dedikasinya dalam melayani masyarakat mendapat apresiasi luas, termasuk dari kalangan ulama.
Salah satu tokoh ulama muda yang memberikan pandangannya adalah Pengasuh Pondok Pesantren Alhasani, Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen, Gus Fachrudin Achmad Annawawi. Menurutnya, Kombes Pol Latif Usman adalah sosok pemimpin yang memiliki sifat rendah hati dan selalu dekat dengan masyarakat.
“Beliau adalah figur polisi yang tidak hanya menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Setiap kali pulang ke kampung halamannya di Jatimulyo, beliau selalu menyempatkan diri untuk menyapa warga, bersilaturahmi dengan ulama, dan aktif beribadah di masjid,” ujar Gus Fachrudin, Jumat 7 Februari 2025.
Kombes Pol Latif Usman dikenal sebagai pribadi yang gemar membantu sesama. Ia sering memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu dan bahkan memberangkatkan warga untuk menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.
“Kepedulian beliau kepada masyarakat menunjukkan bahwa beliau tidak hanya mengabdi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sosok yang mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dan kedermawanan,” tambahnya.
Gus Fachrudin menambahkan bahwa perjalanan hidup dan dedikasi Kombes Pol Latif Usman dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Kebumen.
“Beliau adalah contoh bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat. Semoga lebih banyak pemimpin seperti beliau yang peduli dan mengayomi rakyat,” pungkasnya.
Dengan segala pencapaian dan kepeduliannya, Kombes Pol Latif Usman tidak hanya dikenal sebagai perwira polisi yang profesional, tetapi juga sebagai sosok yang humanis dan memiliki hati untuk membantu sesama. Hal ini membuatnya semakin dihormati, baik di lingkungan kepolisian maupun di tengah masyarakat.
Perlu diketahui, Kombes Pol Latif Usman lahir di Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen, pada 10 Agustus 1973. Ia merupakan putra ketiga dari pasangan Sudaryo dan Romlah. Menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1995, ia kemudian meniti karier di bidang lalu lintas dan meraih berbagai penghargaan atas kinerjanya.
Dalam perjalanan kariernya, Latif Usman pernah menjabat sebagai Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, dan Kapolres Semarang pada 2015. Kariernya semakin menanjak ketika ia dipercaya sebagai Wadirlantas Polda Metro Jaya dan kemudian Dirlantas Polda DIY pada 2016.
Tahun 2020, ia diangkat sebagai Dirlantas Polda Jatim, dan pada 2022, ia dipercaya sebagai Dirlantas Polda Metro Jaya menggantikan Sambodo Purnomo Yogo. Berkat dedikasinya, ia memperoleh berbagai penghargaan Satyalancana dan brevet sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya di dunia kepolisian.
Sementara itu, dikutip dari TRIBUN-TIMUR.COM menuliskan, satu lagi alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 yang meraih pangkat bintang. Namanya Kombes Latif Usman.
Pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, pada 10 Agustus 1973 ini resmi dipromosikan sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Tengah. Ia menggantikan Brigjen Agus Suryonugroho dan dalam waktu dekat akan naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen).
Sebelumnya, Kombes Latif Usman menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya. Ia telah mengabdi selama tiga tahun, mendampingi Komjen Fadil Imran dan Irjen Karyoto di Polda Metro Jaya.
Mutasi jabatan Wakapolda Jateng ini tertuang dalam Surat Keputusan Kapolri Nomor ST/200/I/KEP/2025 tertanggal 31 Januari 2025. Di Polda Jateng, ia akan bekerja bersama Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ribut Hari Wibowo.
Kombes Latif Usman menjadi perwira ke-28 di angkatannya, Batalyon Patria Tama, yang menyandang pangkat bintang. Ia satu angkatan dengan Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho dan Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim.
Rekam Jejak dan Karier
Dilansir dari TribunnewsWiki.com, Kombes Pol. Latif Usman adalah seorang perwira menengah Polri yang memiliki keahlian di bidang lalu lintas. Hal ini tercermin dari berbagai jabatan strategis yang pernah diembannya sepanjang kariernya.
Setelah lulus dari Akpol pada 1995, ia memulai karier di kepolisian dan pernah menjabat sebagai:
- Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya
- Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya (2012)
- Pamen Polda Malut (2014)
- Kapolres Semarang Polda Jateng (2015)
- Wadirlantas Polda Metro Jaya (2016)
- Dirlantas Polda DIY (2016)
- Analis Kebijakan Madya Bidang Regident Korlantas Polri (2018)
- Dirlantas Polda Jatim (2020)
- Dirlantas Polda Metro Jaya (2022-2025)
- Wakapolda Jateng (2025)
Penghargaan dan Brevet
Sepanjang kariernya, Kombes Latif Usman telah menerima berbagai penghargaan dan tanda kehormatan, antara lain:
Tanda Jasa:
- Bintang Bhayangkara Nararya
- Satyalancana Pengabdian VIII Tahun
- Satyalancana Pengabdian XVI Tahun
- Satyalancana Pengabdian XXIV Tahun
- Satyalancana Jana Utama
- Satyalancana Dwidya Sistha
- Bapak Pramuka Indonesia
Brevet:
- Brevet Selam Polri
- Brevet Penyidik Utama
- Brevet Administrasi TNI AU
- Brevet Scuba Dive TNI AL
- Pin Polantas
Kontroversi dan Klarifikasi
Nama Kombes Latif Usman sempat menjadi perbincangan publik pada 2023, saat ia menegur keras anggotanya yang hampir menyerempet iring-iringan delegasi negara Laos dalam KTT ASEAN ke-43. Video yang menampilkan kejadian ini sempat viral di media sosial.
Dalam insiden yang terjadi pada 6 September 2023 di kawasan Semanggi, Jakarta, sebuah mobil patroli Polda Metro Jaya hampir menyenggol mobil listrik BMW yang ditumpangi Perdana Menteri Laos, Sonexay Siphandone. Saat itu, Kombes Latif Usman yang bertugas langsung berteriak, “Polisi goblok!” sebagai bentuk teguran terhadap bawahannya.
Menanggapi insiden tersebut, Latif menjelaskan bahwa mobil patroli yang hampir menyerempet iring-iringan tersebut sebenarnya sedang berpindah pos untuk pengamanan jalur Presiden Joko Widodo. Namun, ia menegaskan bahwa kesalahan prosedural tidak boleh terjadi, terutama dalam pengamanan tamu negara.
“Setelah ditegur, mobil patroli langsung menepi dan berhenti. Setelah delegasi Laos lewat, barulah mereka melanjutkan tugasnya,” ungkap Latif.
Dengan rekam jejak panjang di kepolisian dan pengalaman di bidang lalu lintas, Brigjen Latif Usman diharapkan mampu membawa perubahan dan meningkatkan kinerja Polda Jawa Tengah dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakapolda.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















