HukumPERISTIWA

Klarifikasi Video Viral Menyudutkan Anggota TNI: Dandim 0709 Kebumen Bantah Anggotanya Lakukan Kekerasan, Ungkap Kronologi Sebenarnya

2205
×

Klarifikasi Video Viral Menyudutkan Anggota TNI: Dandim 0709 Kebumen Bantah Anggotanya Lakukan Kekerasan, Ungkap Kronologi Sebenarnya

Sebarkan artikel ini
foto : Komandan Distrik Militer (Dandim) 0709 Kebumen, Letkol CZi Ardianta Purwandhana, S.Hub.Int., M.Han saat menggelar konferensi pers di markas Kodim 0709/Kebumen, Senin 24 Februari 2025.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0709 Kebumen, Letkol CZi Ardianta Purwandhana, S.Hub.Int., M.Han., memberikan klarifikasi terkait video viral yang beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang anggota Kodim Kebumen terlibat dalam sebuah insiden yang memicu berbagai spekulasi. Ia mengkui bahwa didalam video tersebut terdapat salah satu anggotnya, namun ceritanya telah dipotong-potong sehingga tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya.

Hal itu ditegaskan saatmenggelar konferensi pers di markas Kodim 0709/Kebumen, Senin 24 Februari 2025. Konferensi pers ini dilaksanakan sebagai langkah klarifikasi dan penyelidikan terhadap insiden yang terjadi.

Menurut Letkol Ardianta, peristiwa ini bermula dari laporan seorang warga bernama Afif. Dalam video yang beredar, terlihat pula gambar korban yang disebut mengalami luka-luka. Namun, hasil visum menunjukkan bahwa korban tidak mengalami luka serius, hanya memar kecil, dan datang sendiri ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan persoalan utang-piutang antara Afif dan seorang warga bernama Basuki. Dalam kejadian itu, Afif melakukan tendangan terhadap Basuki, yang kemudian memicu ketegangan. Saat itu, di lokasi kejadian juga terdapat anggota TNI yang tengah berusaha melerai pertikaian.

Ketika situasi memanas, Afif diduga mengancam dengan membawa pisau dapur dan berusaha mengejar pihak lain. Sementara itu, Basuki sempat mengambil sebilah parang. Melihat potensi eskalasi konflik, anggota TNI , Serda Heri, segera mengamankan parang tersebut untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan.

Namun, dalam situasi tersebut, Afif dan istrinya merekam kejadian dan menyebarkan video secara tidak utuh, sehingga menimbulkan kesan adanya tindakan kekerasan oleh anggota TNI. Faktanya, tindakan Serda Heri hanya sebatas mendorong bagian leher untuk menenangkan situasi, bukan melakukan pemukulan atau tindakan represif lainnya.

“Kami selalu berpegang pada kode etik militer, termasuk prinsip dalam 8 Wajib TNI yang mengajarkan untuk tidak merugikan rakyat, tidak menakut-nakuti, serta tidak menyakiti rakyat. Anggota kami tidak bertindak agresif kecuali dalam keadaan yang benar-benar mengharuskan untuk melindungi masyarakat,” tegas Letkol Ardianta.

Ia juga menambahkan bahwa video dan disebarluaskan tanpa konteks yang jelas ini menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu meluruskan informasi agar tidak terjadi persepsi yang keliru terhadap institusi TNI.

“Kami membuka ruang bagi Afif untuk menempuh jalur hukum jika memang ada kesalahan dari pihak kami. Namun, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, kejadian sebenarnya tidak seperti yang digambarkan dalam video viral tersebut,” tambahnya.

Dandim 0709 Kebumen berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengedepankan klarifikasi sebelum menyebarkan suatu berita.

foto : Sodrus saat memberikan klarifikasi

Sementara itu, menurut keterangan Sodrus, seorang warga yang juga berada di lokasi kejadian menjelaskan bahwa senjata tajam dalam video tersebut bukan dibawa dari rumah, melainkan ditemukan di pekarangan milik Afif.

“Keberadaan senjata itu awalnya tidak saya sadari, dan itu adalah kekeliruan saya. Mas Heri dari Kodim Kebumen segera mengambilnya dari tangan saya untuk mengamankan situasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar Sodrus.

Perlu diketahui, dikutip di salah satu akun media sosial mengunggah video dengan narasi, kebumendaily, Diduga oknum TNI melakukan aksi kek*rasan kepada warga di Kebumen, pada Jumat (21/2/2025)

Rumah korban di Desa Murtirejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah didatangi dua orang (1 diduga oknum TNI, 1 sipil) lalu melakukan tindakan kekerasan bahkan membawa sajam.

Oknum TNI yang bernama H, diduga melakukan tindakan kekerasan kepada korban di depan anak dan istri yang sedang hamil.

Korban mendapatkan p*kulan di bagian kepala, hingga membuat luka di leher di bagian belakang dan harus dirawat di RS.

Aksi kek*rasan ini dilatarbelakangi jual beli mobil. Korban selanjutnya akan melapor ke Denpom dan kepolisian.

https://www.buserpantura.id/2025/02/arogansi-dan-kekerasan-oleh-oknum-tni.html #kebumendaily.


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com