KEBUMEN, Kebumen24.com – Di era digital yang serba cepat, media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Namun, di balik kemudahannya, ada ancaman besar jika tidak digunakan dengan bijak. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam kegiatan “Ngumpul Yuk” yang digelar Polres Kebumen melalui Polsek Prembun pada Minggu, 16 Februari 2025.
Bertempat di Mapolsek Prembun, acara ini dikemas dalam bentuk pengajian rutin yang dihadiri oleh sekitar 60 peserta, termasuk para kepala desa dan perwakilan organisasi kepemudaan Karang Taruna se-Kecamatan Prembun. Salah satu topik yang menarik perhatian adalah bahaya komentar negatif di media sosial yang berpotensi menjadi dosa jariyah bagi umat Muslim.
Komentar Negatif yang Tak Terhapus Bisa Jadi Dosa Jariyah
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith, melalui Kapolsek Prembun AKP Tugiman, menekankan bahwa derasnya arus informasi di media sosial semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, setiap individu harus lebih bijak dalam bermedia sosial agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Salah satu pembahasan menarik adalah bagaimana komentar negatif yang kita buat, jika tidak segera dihapus dan merugikan orang lain, bisa menjadi dosa jariyah. Artinya, dosa tersebut terus mengalir bahkan setelah kita meninggal dunia, selama dampaknya masih dirasakan oleh orang lain,” ungkap AKP Tugiman.
Dalam acara tersebut, Ustadz Irfan dari Prembun mengajak para peserta untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Menurutnya, setiap ucapan dan perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Fenomena Tawuran dan Balap Liar Juga Jadi Sorotan
Selain etika bermedia sosial, diskusi juga menyoroti berbagai perilaku menyimpang yang marak terjadi di kalangan anak muda, seperti tawuran, balap liar, konsumsi minuman keras, dan perjudian. Semua perilaku ini bertentangan dengan ajaran Islam dan berpotensi merusak moral generasi muda.
“Kamtibmas yang kondusif adalah harapan kita semua. Melalui kegiatan ini, kami ingin melibatkan masyarakat untuk menjaga lingkungannya masing-masing. Dengan pendekatan agama, pesan yang kami sampaikan diharapkan lebih mengena,” tambah AKP Tugiman.
“Ngumpul Yuk”, Solusi Kreatif Jaga Kamtibmas
Kegiatan “Ngumpul Yuk” merupakan inovasi kreatif Polres Kebumen yang telah diterapkan hingga tingkat Polsek. Program ini pertama kali diperkenalkan oleh AKBP Eka Baasith saat awal menjabat sebagai Kapolres Kebumen. Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini menjadi solusi efektif dalam membangun komunikasi antara aparat kepolisian dan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Dengan pendekatan yang lebih humanis, Polres Kebumen berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah bagi masyarakat dalam membahas berbagai isu sosial, termasuk bijak dalam bermedia sosial agar tidak terjebak dalam dosa jariyah yang berkepanjangan. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















