Pendidikan

Wujudkan Humas yang ‘SMART’’, Kemenag Kebumen Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan

903
×

Wujudkan Humas yang ‘SMART’’, Kemenag Kebumen Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti ke-79 ini mengangkat tema’’ Wujudkan Humas Kemenag yang SMART’’ (Sinergis, Moderat, Adaptif, Responsif, dan Transformasi).

Pelatihan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kebumen, Senin, 30 Desember 2024. Hadir membuka acara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen. Dr. Sokarno yang diwakili Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Suwaibatul Aslamiyah.

Acara menghadirkan tiga narasumber, diantaranya M. Tohri, selaku Pimpinan Redaksi Kebumen24.com, Ali Arifin, perwakilan dari Wongapak.Suaramerdeka.com; dan Dewi Widiyastuti dari Banjarnegaraku.com. Pelatihan diikuti oleh 55 peserta yang terdiri atas pengelola kehumasan madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Kebumen.

Dalam sambutannya, Suwaibatul menjelaskan, Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pengelola kehumasan di lingkungan Kemenag Kebumen. Menurutnya, pelatihan ini penting untuk mendukung tugas humas agar pengelolaan informasi bisa lebih efektif, bertanggung jawab dan profesional.

“Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, kami berharap para peserta dapat memperoleh pengalaman dan keahlian di bidang jurnalistik. Hal ini penting untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” ujar Suwaibatul.

Suwaibatul.berharap pelatihan ini dapat mendorong pengelola kehumasan untuk bekerja lebih profesional, inovatif, dan produktif. Humas dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sebagai bentuk pertanggungjawaban Kemenag kepada masyarakat.

“Humas harus memahami kebijakan institusi, terutama yang berkaitan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti haji, pernikahan, zakat, dan wakaf. Tidak harus mengetahui semuanya, tetapi setidaknya menguasai hal-hal penting,” jelas Suwaibatul.

Sementara itu, M. Tohri dalam materinya memberikan pemaparan tentang prinsip dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, serta etika yang harus dijunjung dalam praktik jurnalistik. Termasuk teknik peliputan hingga cara melakukan wawancara yang efektif dan profesional.

Sementara itu, Ali Arifin dan Dewi Widiyastuti menyoroti pentingnya kreativitas dalam menggali ide berita, menentukan sudut pandang, dan memilih judul yang menarik. Keduanya juga menekankan pentingnya penerapan kaidah jurnalistik 5W+1H untuk menghasilkan berita yang informatif dan mudah dipahami.

“Penulisan berita yang baik tidak hanya bermanfaat bagi pembaca, tetapi juga membantu informasi tersebut lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari seperti Google,” kata Ali Arifin.K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com