KEBUMEN, Kebumen24.com – Program hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kembali menunjukkan dampaknya melalui kegiatan sosialisasi dan pembuatan pupuk organik cair di Desa Karangpule. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu PKK, tetapi juga memanfaatkan hasil pupuk organik tersebut untuk merawat Taman Ceria di SD Negeri Karangpule.
Kegiatan berlangsung meriah di Balai Desa Karangpule, Kecamatan Sruweng Kebumen, pada Kamis 14 November 2024. Acara dihadiri para mahasiswa hibah MBKM bersama ibu-ibu PKK desa setempat.
Ketua hibah MBKM, Ria Widayanti mengatakan, pelatihan pembuatan pupuk organik cair ini menggunakan limbah rumah tangga, seperti air cucian beras dan sisa telur. Pupuk hasil fermentasi ini diolah secara sederhana dengan memanfaatkan sinar matahari.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta memanfaatkan limbah organik yang selama ini belum diolah secara optimal. Menurutnya, Desa Karangpule memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan.
“Kami melihat peluang besar dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Selain ramah lingkungan, program ini juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, tentang cara membuat pupuk berkualitas dari bahan-bahan yang mudah dijangkau,” ungkapnya.
Adapun hasil dari pelatihan ini digunakan untuk merawat Taman Ceria di SD Negeri Karangpule, yang menjadi salah satu wujud nyata kerja sama antara masyarakat desa, mahasiswa MBKM, dan sekolah. Taman ini dirancang sebagai ruang terbuka hijau yang tidak hanya mempercantik lingkungan sekolah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi tentang ekosistem, daur ulang limbah, dan pentingnya menjaga lingkungan.
“Taman Ceria di SDN Karangpule diharapkan menjadi pusat pembelajaran ekologi bagi siswa dan guru. Dengan pemanfaatan pupuk organik cair, taman ini dapat dirawat secara berkelanjutan, sekaligus mendukung kesadaran lingkungan sejak dini,” tambah Ria.
Program ini mencerminkan sinergi antara masyarakat desa, mahasiswa, dan sekolah dalam menciptakan perubahan yang berdampak langsung pada lingkungan dan pendidikan. Keberlanjutan program menjadi fokus utama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.(K24/*).
Penulis: Tri Wahyuni Hastuti mahasiswa PGSD UNS
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















