Pemerintahan

Terbesar Ketiga di Jawa Tengah, Estimasi Kuota Haji Kabupaten Kebumen Tahun 2025 Berjumlah 1.466 Jemaah

2772
×

Terbesar Ketiga di Jawa Tengah, Estimasi Kuota Haji Kabupaten Kebumen Tahun 2025 Berjumlah 1.466 Jemaah

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pada musim haji tahun 2025, Kabupaten Kebumen diproyeksikan mendapatkan kuota haji reguler sebanyak 1.466 jemaah, menjadikannya terbesar ketiga di Jawa Tengah setelah Kabupaten Demak dan Semarang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 169 kuota khusus dialokasikan bagi jemaah lanjut usia (lansia) dengan rentang usia 84 hingga 102 tahun.

Estimasi ini berdasarkan verifikasi awal data Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) yang diterima oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen. Informasi ini juga tercantum dalam lampiran surat Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah terkait rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahun 1446 H/2025 M, yang menyebutkan alokasi petugas kloter sesuai dengan kuota masing-masing kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kebumen, Sukarno, saat membuka acara Sosialisasi Persiapan Haji 1446 H/2025 M yang digelar oleh Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) di aula kantor setempat Selasa, 19 November 2024. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi PHU Kemenag Kebumen, Suwaibatul Aslamiyah, yang memberikan penjelasan lebih rinci terkait prioritas kuota bagi jemaah lansia.

Dalam sambutannya, Sukarno menyampaikan apresiasi kepada calon jemaah haji, khususnya para lansia, seraya menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi mereka.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah menghadiri undangan kami. Kuota lansia merupakan wujud perhatian pemerintah agar para jemaah lansia mendapatkan prioritas untuk segera melaksanakan ibadah haji,” ujar Sukarno.

Ia berharap sosialisasi ini membantu peserta memahami proses persiapan keberangkatan, termasuk pengurusan dokumen seperti paspor dan visa. Sukarno juga menambahkan bahwa estimasi awal kuota haji bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung hasil verifikasi data.

“Bisa saja terjadi perubahan, misalnya karena ada calon jemaah yang telah meninggal dunia, mengalami sakit permanen yang tidak memungkinkan, atau alasan lain,” jelasnya.

Senada dengan Sukarno, Suwaibatul Aslamiyah menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mengidentifikasi kesiapan jemaah, terutama lansia.

“Bagi yang sudah siap, kami akan segera memfasilitasi proses pembuatan paspor dan administrasi lainnya,” tutur Suwaibatul.

Ia juga menekankan bahwa kuota lansia merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat kesempatan ibadah haji bagi mereka yang telah lama menunggu, khususnya di usia lanjut.

“Kami berharap kegiatan ini memastikan kelancaran seluruh proses, mulai dari administrasi hingga keberangkatan,” imbuhnya.(K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.