PERISTIWA

Bencana Alam Melanda Kebumen: Tanah Longsor, Banjir, dan Angin Kencang Sebabkan Kerusakan Serius

2879
×

Bencana Alam Melanda Kebumen: Tanah Longsor, Banjir, dan Angin Kencang Sebabkan Kerusakan Serius

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, kebumen24.com – Kabupaten Kebumen diterjang bencana alam setelah hujan deras dan angin kencang mengguyur wilayah ini pada Sabtu, 9 November 2024. Cuaca ekstrem yang dimulai sejak pukul 18.30 WIB menyebabkan terjadinya tanah longsor, banjir, dan kerusakan infrastruktur di berbagai kecamatan.

Menurut keterangan Humas BPBD Kebumen Heri Purwanto menjelaskan, beberapa dampak Longsor, Banjir, dan Angin Kencang diantaranya tanah longsor terjadi di enam kecamatan dengan total tujuh titik longsor di tujuh desa. Salah satu lokasi paling terdampak adalah Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar, di mana satu rumah hancur dan menyebabkan empat warga mengalami luka ringan.

Selain tanah longsor, banjir juga menggenangi tujuh kecamatan, dengan total 18 desa terdampak. Ketinggian air di beberapa wilayah mencapai 30 hingga 50 cm, menggenangi jalan depan Pasar Karangjambu di Desa Karangjambu, Kecamatan Sruweng, serta sejumlah rumah di Kecamatan Adimulyo akibat jebolnya tanggul Sungai Kemit.

Tidak hanya itu, angin kencang menerjang 11 titik di delapan kecamatan. Pohon-pohon tumbang di berbagai lokasi, termasuk di Desa Bagung, Kecamatan Prembun, dan Desa Weton Wetan, Kecamatan Puring, yang sempat memutus akses jalan.

‘’ Hingga kini BPBD Kebumen beserta instansi terkait segera turun tangan untuk menangani dampak kerusakan di beberapa titik tersebut,’’jelasnya Minggu 10 November 2024.

Dalam bencana ini, dua orang warga menjadi korban jiwa setelah tertimbun longsor di Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan. Kedua korban adalah NN (27) dan MA (6). Sementara itu, tiga orang lainnya mengalami luka ringan di Kecamatan Karanganyar dan kini menjalani perawatan di PKU Muhammadiyah Sruweng.

Kerugian materiil akibat bencana ini masih dalam proses pendataan. Sebanyak 150 warga Desa Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, harus mengungsi demi keselamatan mereka, sementara BPBD Kebumen terus melakukan pendataan dan evaluasi dampak kerusakan.

Tim Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kebumen telah melakukan langkah tanggap darurat dengan mendata kerusakan dan melakukan penanganan di lapangan. Heri Purwanto mengimbau masyarakat Kebumen untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan mematuhi arahan petugas untuk menjaga keselamatan. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.