PemerintahanPendidikanPERISTIWAWisata

Kembangkan Potensi Wisata, PPGI Kebumen Bangun Penangkaran Kunang-Kunang di Desa Jladri

2046
×

Kembangkan Potensi Wisata, PPGI Kebumen Bangun Penangkaran Kunang-Kunang di Desa Jladri

Sebarkan artikel ini

BUAYAN, Kebumen24.com – Dalam upaya meningkatkan perekonomian desa melalui sektor pariwisata, Politeknik Piksi Ganesha Indonesia (PPGI) Kebumen membangun Penangkaran Kunang-Kunang di Desa Jladri, Kecamatan Buayan, Kebumen. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Program Ormawa Membangun Negeri (POPM) 2024 yang diinisiasi oleh mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korp Sukarela (KSR).

Penangkaran Kunang-Kunang ini diresmikan pada Minggu, 24 November 2024, oleh Wakil Direktur PPGI Kebumen Bidang Kemahasiswaan, Hamid Nasrulloh, M.Pd., didampingi Kepala Desa Jladri, Marno. Acara tersebut juga dihadiri oleh Dosen Pembina UKM KSR, Jati Sumarah, M.Pd.; Ketua Pokdarwis Desa Jladri, Marmin; serta Ketua Program POPM Desa Jladri, Dimas Aditya.

Menurut Hamid Nasrulloh, program POPM merupakan kegiatan kemahasiswaan yang didanai langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Program ini telah berlangsung sejak Agustus dan akan berlanjut hingga Desember 2024.

Pemilihan Desa Jladri sebagai lokasi program didasarkan pada potensi wisata yang dapat dikembangkan, terutama keunikan penangkaran kunang-kunang yang jarang ditemui di Indonesia.

“Kami melihat potensi besar di Kebumen, terutama dengan adanya Geopark yang dapat mendukung wisata edukasi seperti kunang-kunang. Sinergi dengan Pokdarwis Desa Jladri diharapkan mampu menarik minat wisatawan,” ujar Hamid.

Program ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi dan pelatihan penangkaran kunang-kunang hingga pembangunan fasilitas penangkaran. Hamid menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan pendampingan program edukasi wisata kepada anggota Pokdarwis Desa Jladri.

“Harapannya, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi desa tetapi juga memperkuat kerja sama antara mahasiswa dan Pokdarwis untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata di Kebumen,” imbuhnya.

Kepala Desa Jladri, Marno, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program ini di wilayahnya. Ia menganggap inisiatif mahasiswa ini sebagai langkah strategis untuk memaksimalkan potensi desa.

“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung program seperti ini. Desa Jladri memiliki wilayah yang luas dan banyak potensi yang perlu dikelola dan dikembangkan. Kami selalu terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa,” ungkap Marno.

Selain itu, Marno menegaskan komitmen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata. Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan mengalokasikan anggaran untuk pengembangan kompetensi anggota Pokdarwis Desa Jladri.

“Harapan kami ke depan, SDM di bidang pariwisata, khususnya Pokdarwis, dapat terus ditingkatkan sehingga mampu mengembangkan potensi wisata desa secara maksimal,” tambahnya.

Dengan keberadaan penangkaran kunang-kunang ini, Desa Jladri diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik, tetapi juga mampu memberikan pemahaman tentang pentingnya konservasi kunang-kunang. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara pendidikan vokasi, masyarakat desa, dan pelaku pariwisata dalam mendorong kemajuan bersama.(K24/Ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.