TRADISI

Suguhan Inkung Tradisi Merdi Desa Warga Desa Sidobunder

1990
×

Suguhan Inkung Tradisi Merdi Desa Warga Desa Sidobunder

Sebarkan artikel ini

PURING, Kebumen24.com – Masyarakat Desa Sidobunder, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, menggelegar tradisi Merdi Desa. Acara ini menjadi salah satu perhelatan budaya tahunan yang dinantikan oleh masyarakat sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan berkah alam yang melimpah.

Dalam tradisi tersebut, suguhan utama yang paling ditunggu-tunggu adalah “Inkung”, sajian ayam utuh yang dimasak dengan bumbu khas, simbol dari kebersamaan dan gotong royong antarwarga. Kegiatan berlangsung meriah di halaman balai desa setempat, Sabtu, 7 September 2024.

Pada kesempatan tersebut Kepala Desa Sidobunder Sarno menyampaikan Tradisi ini rutin dilakukan setiap tahun setelah masa panen kedua dengan berkumpul dan berdoa bersama. Dimana masyarakat membawa dhaharan berupa  ingkung ayam, lauk pauk, dan jajanan pasar tradisional sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen.

Dikatakan, Merdi Desa merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta setelah masa panen. Tradisi ini tidak hanya menandai keberhasilan panen, tetapi juga menjadi ajang guyub rukun antarwarga dengan berbagai kegiatan kebersamaan.

“Pada kesempatan kali ini masyarakat guyub rukun membuat kegiatan merdi desa atau guyuban sebagai rasa syukur atas segala rizki yang diberikan. Filosofi dari Merdi Desa adalah mengingatkan warga untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.” ucap Kepala Desa.

Kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan pagelaran wayang kulit di iringi Karawitan Swargaloka dari Desa Gebluk Kec Buayan dengan dalang Ki Imam Sutikno S.Sn. Wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan bagi masyarakat dari cerita yang disampaikan.

Lebih jauh Sarno menambahkan untuk panen tahun ini di desa nya berjalan lancar, namun belum bisa mendapat hasil yang maksimal. Hal ini dikarenakan ada beberapa hama serta kemarau yang cukup panjang.

“Untuk panen kali ini Alhamdulillah bisa panen semua di semua wilayah, hanya saja panen kedua ini belum bisa maksimal kemarin ada hama tikus, wereng ditambah air tidak maksimal karena kemarau panjang.” imbuhnya.

Ia berharap, melalui kegiatan Merdi Desa ini, rasa kebersamaan dan kekeluargaan antarwarga semakin erat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyatukan masyarakat sehingga pembangunan desa bisa berjalan dengan baik, serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan warga dalam membangun desa.

“Harapan saya melalui kegiatan ini guyub rukun anatar warga bisa terjaga, juga sebagai wadah untuk menyatukan masyarakat desa sehingga pembangunan desa bisa berjalan dengan baik, serta sebagai ajang sinergi antara pemerintah desa dengan warga bersama-sama untuk membangun desa.” pungkasnya. (K24/Ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.