OPINI PUBLICPendidikanReligi

Gus Hary Alhasani: Di Era Modern, Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter Agama Bagi Peserta Didik

4040
×

Gus Hary Alhasani: Di Era Modern, Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter Agama Bagi Peserta Didik

Sebarkan artikel ini
Pengasuh Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian, Kebumen, Gus Asyhary Muhammad Alhasani

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pendidikan karakter menjadi salah satu aspek penting dalam sistem pendidikan di Indonesia. Dalam upaya mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia, pemahaman ilmu agama dinilai sangat krusial khususnya di Era Modern seperti sekarnag ini.

Hal ini diungkapkan salah satu tokoh agama terkemuka, yakni Pengasuh Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian, Kebumen, Gus Asyhary Muhammad Alhasani, dalam rislinya, Senin 22 Juli 2024. Menurutnya pendidikan tidak hanya harus fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral peserta didik.

“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama. Karakter yang kuat dan moral yang baik adalah fondasi utama bagi generasi penerus bangsa,” ujar Ulama Karismatik yang akrab disapa Gus Hary itu.

Selain itu, Gus Hary juga menyatakan keprihatinannya terhadap berbagai permasalahan moral yang marak terjadi di kalangan remaja saat ini. Menurutnya, hal ini disebabkan kurangnya perhatian terhadap pendidikan karakter yang berbasis agama.

“Kita sering melihat kasus-kasus kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan asusila. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk lebih memperhatikan pendidikan karakter anak-anak kita,” tambahnya.

Untuk itu ia mengingatkan pemerintah khususnya Dinas Pendidikan, untuk mengutamakan penguatan karakter agama dalam pendidikan peserta didik.  Salah satunya dengan cara memasukkan materi penguatan karakter agama ke dalam kurikulum sekolah secara lebih intensif.

“Kerjasama antara sekolah dan pesantren sangat penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia,” kata Gus Hary.

Lebih jauh GUS Hary menegaskan, dalam membentuk karakter siswa siswi tidak hanya butuh pembelajaran yang hanya mengajar diwaktu sekolah saja, akan tetapi yang dibutuhkan pula ketika diluar sekolah. Dimana, siswa siswi juga harus lebih dikontrol pergaulan dan lingkungannya. Terlebih jika murid/siswa dari keluarga broken home.

‘’ Intinya diluar sekolah siswa siswi juga harus lebih dikontrol pergaulan dan lingkungannya, apalagi jika murid/siswa dari keluarga broken home, ini sering terjadi menjadi korban mental, yang akhirnya sang anak tidak punya arah tujuan dan tidak ada bimbingan khusus dibidang religi, tugas ulama dan umaro’ adalah bagaimana mengurangi hal itu terjadi, lebih “melek” dan lebih terjun ke bawah jangan hanya teori atau retorika belaka,’’tegasnya.

Disisi lain, Gus Hary menguraikan beberapa langkah strategis untuk memperkuat pendidikan karakter agama. Pertama, kurikulum harus mengintegrasikan nilai-nilai agama secara komprehensif. Kedua, peran guru sebagai teladan sangat vital.

“Kita perlu memastikan bahwa setiap mata pelajaran mengandung unsur pendidikan karakter agama. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga role model bagi siswa. Guru harus mampu menunjukkan akhlak yang baik dalam setiap tindakan dan perkataan,” cetus Gus Hary.

Selain itu, Gus Hary juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan karakter agama. Melalui penguatan pendidikan karakter agama, diharapkan peserta didik dapat menjadi pribadi yang berakhlak mulia, memiliki integritas, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana.

“Kerjasama antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan karakter peserta didik. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam moral dan spiritual,” pungkasnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.