PendidikanReligiSEJARAH

Sejarah Ponpes Alhasani Kebumen, Diawali dari Hijrahnya Syekh Abdul Mu’id Al Hasani

9122
×

Sejarah Ponpes Alhasani Kebumen, Diawali dari Hijrahnya Syekh Abdul Mu’id Al Hasani

Sebarkan artikel ini
Foto ; Ponpes Alhasani Desa Jatimulyo Alian Kebumen

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pondok Pesantren Al-Hasani Kebumen yang beralamat di Jalan Pangeran Bumidirjo, Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, merupakan pesantren yang didirikan oleh almarhum KH. Muhammad Hasan Al-Hasani pada tahun 1956 M.

KH Muhammad Hasan Al-Hasani merupakan keturunan ke 14 dari Syekh Abdul Kahfi Awal pendiri Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen. Bahkan, ia juga keturunan ke 24 dari Syekh Abdul Qodir Al jailani.

Adapun Nasabnya ialah KH Muhammad Hasan Bin Syekh Abdulloh Hanan(Mbah Kromo) Al-Hasani Bin Syekh Abdul Mu’id Al-Hasani, Bin Syekh Muhammad Marwah Bin Syekh Zainal Abidin Bin Syekh Yusuf Bin Syekh Abdul Hanan Bin Syekh Zakariya Bin Syekh Abdul Manan Bin Syekh Hasan Bin Syekh Yusuf Bin Syekh Jawahir Bin Syekh Mukhtarom Bin Syekh Abdul Kahfi Awal (Muhammad ‘Ishom) Pendiri Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu.

Kemudian Syekh Abdul Kahfi Awal yang hijrah dari tanah Syihr, Yaman ke Indonesia dan menyebarkan Islam di tanah Jawa merupakan putra dari Abdul Rosyid Bin Abdul Majid Bin Abdul Mu’thi Bin Abdul Manan Bin Abdul Majid Al Bashri Bin Abdul Rouf Bin Abdul Malik Bin Abdul Basith Bin Abdul Jabar bin Syekh Abdul Qodir Al Jailani (Baghdad) Iraq.

Sedangkan Syekh As Sayid Abdul Mu’id Al-Hasani merupakan adik dari Syekh As-Sayid Ibrahim yang masyhur dengan nama Syekh Abdul Kahfi Tsani.

Hijrahnya Syekh Abdul Mu’id Al Hasani

Syekh Abdul Mu’id diutus oleh kakaknya untuk menempati Dukuh Karangduwur, Desa Jatimulyo yang pada masa itu penduduknya masih Abangan (biasa melakukan hal-hal musyrik) guna untuk syiar agama islam. Di dukuh itulah beliau mendirikan masjid sebagai sentral penyebaran agama islam.

Syekh Abdul Mu’id Al Hasani Wafat, Perjuangan Diteruskan KH. Muhammad Hasan Alhasani

Sepeninggalnya Syekh Abdul Mu’id Al-Hasani perjuangan beliau diteruskan oleh putra-putrinya. Diantaranya Syekh Abdul Hanan Al-Hasani yang masyhur dengan nama Mbah Kromo. Beliau mempunyai anak bernama KH. Muhammad Hasan.

Foto : Pendiri Ponpes Alhasani KH. Muhammad Hasan Al-Hasani (Sumber Gus Haryy)

Bekal Pendidikan Agama KH. Muhammad Hasan Alhasani

Semasa mudanya KH. Muhammad Hasan, mengenyam pendidikan di berbagai pondok pesantren di pulau jawa. Diantaranya Pondok Pesantren Darussalam Watucongol Asuhan Kyai Dalhar, PP Majenang, dan PP Somalangu.

Mbah Kromo dulu berkeinginan bahwa perjuanganya nanti diteruskan oleh anaknya yang bernama KH. Muhammad Hasan Al-Hasani. Akan tetapi, KH. Muhammad Hasan Al-Hasani menolak dengan i’tikad baik dan memberi saran kepada ayahnya bahwa perjuangan ayahnya itu lebih baik diteruskan oleh adik-adiknya.

Berdirinya Pondok Alhasani

KH Muhammad Hasan Al-Hasani menikah dengan Nyai Hj. Mahjannatun Binti KH Manshur dan pindah ke Dukuh Jatimulyo. Di tempat tersebut pada tahun 1954 M Beliau Mendirikan Masjid Sebagai Sentral Syi’ar Agama Islam dan pada Tahun 1956 M. Saat itulah beliau mulai merintis Pondok Pesantren Al-Hasani Jatimulyo.

Perlu diketahui, bahwa pada tahun 1950-an adalah masa kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Konon katanya pembubaran PKI di kebumen diprakarsai oleh organisasi masyarakat Angkatan Oumat Islam (AOI) yang dipelopori oleh Syekh Makhfudz Al-Hasani atau yang masyhur dengan sebutan Romo Pusat (Somalangu), dan KH. Hasan Al-Hasani salah satu kyai yang ikut berjuang dalam organisasi tersebut.

Dawuh KH. Muhammad Hasan Al-Hasani Sebelum Wafat

Kemudian beliau dipanggil oleh sang Kholiq pada senin, 22 Dzulhijah 1424 H di usia 88 tahun. Semasa hidupnya beliau terkenal akan kesabaranya dan salah satu dawuh beliau kepada santrinya “Santri Jika Ingin Berhasil Dalam Mencari Ilmu, Harus Sering Bangun Dimalam Hari,’’.

Foto KH. Sufyan Al-Hasani

Ponpes Alhasani Diteruskan KH. Sufyan Al-Hasani

Sepeninggalnya KH. Muhammad Hasan Al-Hasani, perjuangan beliau diteruskan oleh putra-putranya, salah satunya KH. Sufyan Al-Hasani.

Semasa mudanya kyai H. Sufyan Al-Hasani, menyantri di berbagai pondok pesantren di jawa. Diantaranya Ponpes Darussalam Watucongol, Lirboyo, Bendo, Cipari, dan Cilacap Asuhan Kyai Iskandar. Termasuk mendirikan perguruan Silat Pagar Nusa di pesantrenya.

KH Sufyan Al-Hasani menikah dengan Nyai Hj. Latifah

KH. Sufyan Al-Hasani menikah dengan Nyai Hj. Latifah dari pernikahannya dengan Nyai Hj Latifah dikaruniai 4 Anak,satu putri dan tiga putra, Di era kepengasuhan beliau, pada tahun 2008 M, mengalami perkembangan yang meningkat dalam pembangunan Pondok Pesantren Al-Hasani Jatimulyo dan pada tahun 2010 M.

Mendirikan Sekolah Formal SMK Mutiara

Seiring perkembangan zaman, beliau mendirikan pendidikan formal yakni SMK Mutiara Kebumen untuk mengimbangi Ilmu-ilmu umum. Kemudian pada, 29 Romadhon 1438 H, 2017 masehi beliau wafat.

KH Sufyan Al-Hasani Wafat

Sepeninggalnya KH. Sufyan Al-Hasani, perjuangan diteruskan oleh putra-putrinya. Diantaranya Gus Fchrudin Annawawi (Menantu/ Suami Nur Khasanah Zahro), Gus Luqman Al-Hasani, Gus Asyhari Muhammad Al Hasani dan Gus Fahmi Al-Hasani. Pondok pesantren al-hasani jatimalang masih eksis sampai saat ini.

Foto : Nyai Hj. Latifah bersama anak dan menantu serta beberapa cucunya

Berdirinya Mts Salafiyah Alhasani Peran Nyai Hj Latifah

Kemudian pada tahun 2017 Pondok Pesantren Alhasani juga mendirikan sekolah menengah pertama bernama Mts Salafiyah Alhasani. Berdirinya Mts Salafiyah Al Hasani tak lepas dari sosok Nyai Hj Latifah istri dari KH Sufyan Al Hasani yang mempunyai keinginan untuk mendirikan jenjang Formal ditingkat Madrasah tsanawiyah. Tujuannya agar generasi muda lebih dini dikenalkan dengan dunia pesantren.

Nyai Hj Latifah Wafat

Setelah 4 tahun berjalan MTs, beliau Nyai Hj Latifah Wafat, tepatnya di Hari Minggu,22 Dzulhijah 1442 H/1 Agustus 2021 M. Hingga kini ponpes alhasani telah memiliki ratusan santri dari berbagai daerah.

SMK Mutiara kini diteruskan oleh Ning Nur Khasanah Zahro, Putri pertama KH Sufyan Al-Hasani menikah dengan Nyai Hj. Latifah. Sedangkan untuk Mts Mts Salafiyah melibatkan seorang tenaga didik dari Kementerian Agama Kebumen bernama Nur Sholehah dibantu oleh menantu dari KH Sufyan Ning Alfi Nur Dina berserta guru lainya. (K24/*).

Sumber Sejarah: Putra ke 3 KH. Sufyan Al-Hasani, Gus Asyhari Muhammad Al Hasani. Kebumen 28 Juni 2024.

Tonton Videonya :


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.