KEBUMEN, Kebumen24.com – Dalam ajaran Islam, Salat Jum’at memiliki makna yang sangat penting. Salat Jumat merupakan salat berjamaah yang wajib diikuti oleh umat Islam, khususnya kaum laki laki.
Ini karena berfungsi sebagai pertemuan mingguan untuk beribadah dan mempererat tali silaturahmi. Namun, dalam keadaan tertentu, sebagian pria Muslim mungkin tidak dapat menghadiri salat Jumat.
Ketua RMI NU Kebumen Gus Fachrudin Achmad Annawawi menjelaskan, secara hukum agama islam secara jelas dan tegas, melarang umat musilm laki laki meninggalkan salat Jumat. Menghadiri salat Jumat adalah kewajiban bagi semua pria Muslim dewasa yang berakal sehat, terkecuali sedang bepergian, atau sakit.
‘’ Nabi Muhammad (saw) menekankan pentingnya menghadiri salat Jumat, dengan menyatakan bahwa itu adalah kewajiban bagi pria Muslim,’’jelas Gus Fachrudin, Jumat 28 Juni 2024.
Gus Fachrudin mengatakan, memang ada pengecualian terhadap putusan ini. Namun jika seorang Muslim dengan sengaja dan terus-menerus mengabaikan salat Jumat tanpa alasan yang sah, maka ia telah melakukan dosa di mata Islam.
‘’ Perilaku tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius dan dapat mengakibatkan konsekuensi spiritual. Sangat penting bagi pria Muslim untuk memprioritaskan kewajiban agama mereka dan melakukan segala upaya untuk memenuhi kewajiban mereka untuk menghadiri salat Jumat,’’katanya.
Diungkapkan, mengabaikan salat Jumat dapat berdampak buruk pada kesejahteraan rohani seseorang. Dipercayai bahwa tidak menghadiri salat Jumat secara teratur dapat menyebabkan pengerasan hati dan melemahnya iman seseorang.
‘’Salat Jumat berfungsi sebagai sarana pemurnian dan peremajaan rohani, dan dengan mengabaikan ibadah bersama ini, seseorang dapat berisiko menjauhkan diri dari ajaran Islam,’’imbuh Gus Fachrudin.
Lebih lanjut Gus Fachrudin menjabarkan, jika seorang pria Muslim tidak dapat menghadiri salat Jumat karena alasan yang sah seperti sakit, bepergian, atau kewajiban bekerja, ia dibebaskan dari kewajibannya. Islam adalah agama yang praktis dan fleksibel yang mempertimbangkan keadaan masing-masing pengikutnya.
‘’Penting bagi pria Muslim untuk memprioritaskan kewajiban agama mereka sambil juga mempertimbangkan tanggung jawab dan komitmen pribadi mereka,’’ucapnya.
Gus Fachrudin menekankan pentingnya Shalat Jumat karna memiliki mamfaat Spiritual yang tinggi. Menghadiri salat Jumat bukan hanya cara untuk memenuhi kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk mencari ampunan Allah dan mencapai ketinggian spiritual.
‘’Salat Jumat berjamaah adalah waktu bagi umat Islam untuk berkumpul sebagai satu komunitas untuk mengingat dan menyembah Allah. Ini adalah waktu untuk merenung, bertobat, dan mencari rahmat dan berkah Allah,’’ujarnya.
Disisi lain, Sholat Jumat meerupakan memiliki aspek penting, yakni rasa persatuan dan persaudaraan yang dipupuk di kalangan umat Islam. Dengan berkumpulnya salat Jumat, para pria Muslim mempererat tali persaudaraan dan solidaritas dalam masyarakat.
‘’Nabi Muhammad (saw) bersabda, “Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya. “, tutur Gus Fachrudin.
Selain itu, Sholaht jumat diyakini ada pahala yang sangat besar bagi orang yang rajin menunaikan. Nabi Muhammad (saw) bersabda, “Barangsiapa yang menunaikan shalat Jumat, maka diampuni dosanya antara Jumat itu dan Jumat berikutnya.” Hadits ini menyoroti pentingnya menghadiri Sholat Jumat serta ampunan dan keberkahan yang menyertainya.
Gus Fachrudin berpesan agar para umat Islam tidak mengabaikan salat Jumat dan menjadikan Sholat Jumat sebagai prioritas dalam hidup. Hari Jumat begitu mulia karena di dalamnya terdapat ibadah shalat Jumat yang menggantikan shalat Zhuhur.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















