HukumOpini

Kasus TPPO Dinilai Kejahatan Terstruktur, Migrant Care Kebumen Minta Usut Tuntas

928
×

Kasus TPPO Dinilai Kejahatan Terstruktur, Migrant Care Kebumen Minta Usut Tuntas

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com,- Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Kebumen, dinilai merupakan kejahatan yang terstruktur. Migrant Care Kebumen, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bisa mengusut tuntas kasus tersebut. Termasuk menangkap aktor utama dibalik kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Koordinator Migrant Care Kebumen Saiful Annas saat ditemui Rabu, 14 Juni 2023. Menurutnya, tidak mungkin kasus tersebut hanya dijalankan oleh satu orang saja, namun memiliki jaringan luas.

‘’ Kami meminta kepada Aparat penegak hukum jangan hanya berhenti hanya di satu orang saja, pastinya ada jaringan yang lebih luas diatasnya. Usut tuntas kasus ini,’’ucapnya.

Lebih lanjut Anas menilai kasus yang baru terungkap oleh Polres Kebumen baru sebatas sponsornya saja. Masih ada dalang utama, atau pemegang modal yang mengendalikan tindak pidana tersebut.

” Kalo yang kemarin ditangkap dugaan saya hanya sponsornya saja, dia hanya di bawahnya saja tapi Bosnya itu yang perlu di kejar terus, jangan kemudian berhenti di penangkapan satu orang itu yang di mangunweni itu, tapi ini harus dikembangkan lagi ke jaringan jaringan lainnya,”ujarnya.

Dikatakan, dari pengalaman migrant care dalam pengungkapan kasus TPPO di beberapa tempat,  saat masih di Jakarta, banyak sekali yang membackingi kasus tersebut. Namun, yang tertangkap hanya sponsor sponsor saja, tidak kemudian membongkar aktor utama yang diatasnya.

‘’Biasanya, tujuan dari kasus ini adalah negara negara Timur Tengah, Asia, dan beberapa negara di Eropa seperti di Kanada dan juga Belanda. Terutama tujuan tujuan negara bagi pekerja migrant, karena TPPO ini sendiri sebenarnya tipis perbedaannya dengan pekerja migrant.’’imbuhnya.

Disisi lain, Annas mngatakan, ciri ciri dari TPPO ini biasanya mengiming-Imingi para korbannya dengan gaji besar dan proses yang cepat. Sehingga, para korban banyak yang tertarik, karena di Indonesia sendiri banyak yang butuh pekerjaan.

Kemudian, dengan keinginannya itu, dan ketidaktahuan para korban tentang TPPO, mereka gampang tertipu oleh jaringan tersebut. Bahkan tanpa ada pelatihan sebelum berangkat menjadi pekerja migrant di luar negeri.

‘’Seperti kasus TPPO kemarin yang menjanjikan korbannya ke Jepang, seharusnya ada pelatihan semi militer, harus belajar bahasa juga. Selain itu, ada tes sebelum keberangkatan, dan juga fisik dan mental harus dipersiapkan, tapi di kasus ini singkat tanpa ada pelatihan atau apa, hanya dijanjikan berani menyediakan uang bisa langsung berangkat,” pungkasnya.(k24/imam).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com