Pemerintahan

DPRD Kebumen Setujui Perda Evoting untuk Pemilihan Kepala Desa

1407
×

DPRD Kebumen Setujui Perda Evoting untuk Pemilihan Kepala Desa

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com,- Seluruh fraksi di DPRD Kebupaten Kebumen menyetujui pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) dengan cara e-voting. Dengan menerapkan sistem ini dinilai cukup baik karna dapat menghemat anggaran.

Hal itu disampaikan enam juru bicara fraksi saat pandangan akhir fraksi-fraksi pada Rapat Paripurna DPRD Kebumen, Selasa 31 Januari 2023. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kebumen, Sarimun, dengan agenda persetujuan Raperda Perubahan Perda Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pemilihan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa menjadi Perda.

Semua fraksi menyatakan, di tengah perkembangan teknologi informasi, sudah saatnya penggunaan teknologi informasi untuk pemilihan kepala desa. Dengan e-voting pemilihan berjalan lebih cepat dan efisien.

Meksi begitu, Penggunaan e-voting juga dirasa perlu kesiapan masyarakat atau pemilih. Dengan begitu, pelaksanaan pilkades dengan e-voting bisa berjalan baik dan demokratis.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kebumen Riatawati Purwaningsih, Ketua DPRD Kebumen Sarimun, Wakil Ketua Agung Prabowo, Munawar Cholil serta Anggota DPRD lainya dan sejumlah Perwakilan OPD.

Wakil Bupati Kebumen Ristawati purwaningsih meyampaikan, dengan system Evoting dalam pemilihan kepala desa diharapkan lebih transparan, terbuka serta jujur dan adil. Ini diwujudkan dalam sebuah teknologi system pemilihan.

” Tentunya dengan sistem baru e voting pemilihan kita akan lebih terbuka,  kemudian jujur adil dan berguna bagi masyarakat, artinya bahwa ini lebih transparan kedepan hasilnya juga akan lebih baik tidak ada lagi permainan, apalagi menggunakan teknologi,” ujarnya.

Guna mendukung system tersebut perlu disiapkan berbagai sarana pendukungnya, mulai sumberdaya manusia serta infrastruktur peralatannya. Dengan menerapkan Evoting ini diperkirakan akan dapat menghemat anggaran yang cukup baik, dan masih perlu pembahasan lebih lanjut mengenai infrastruktur teknologinya.

” Bisa dianggap lebih hemat anggaran, tapi diawal modalnya besar,  karena itu butuh insfrastruktur yang cukup baik sarana dan prasarana nya seperti itu dan bisa jadi mungkin nanti dianggarkan di desa, masih perlu pembahasan lebih lanjut,” pungkasnya.(K24/IMAM Toel).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.