SEMPOR, Kebumen24.com – Palang Merah Indonesia (PMI) menyulap air waduk menjadi layak untuk dikonsumsi dan bahkan diminum langsung. Dengan peralatan yang modren dan canggih bernama Aquaforc, dimana, air yang semula keruh berubah menjadi bersih dan jernih.
Hal itu disimulasikan langsung, pada kegiatan pelatihan sumber daya manusia (SDM) bidang water sanitation and hygiene (WASH), di Obyek Wisata Waduk Sempor Kebumen. Pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan khususnya saat terjadi bencana.
Kegiatan berlangsung selama 6 hari, mulai 11-16 Desember 2022. Pelatihan diikuti 16 anggota PMI dari 11 Kabupaten/kota dan Provinsi, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, NTB, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Jambi.
Staf Divisi Kesehatan Dan Sosial Markas Pusat PMI Akbar Eka Prasetya menjelaskan, kegiatan ini sekaligus untuk mengevaluasi para anggota agar sesuai SOP dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Khususnya dalam bidang pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi layak saat kondisi darurat atau penanggulangan bencana.
“Para peserta tersebut sebelumnya telah mengikuti seleksi secara online. Peserta mendirikan tenda dan tinggal di sana selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM yang dimiliki PMI untuk memenuhi standar layanan air minum dan sanitasi saat terjadi bencana”, jelas Akbar, Rabu 14 Desember 2022.
Akbar mengatakan, simulasi juga dilakukan bersama masyarakat, komunitas dan Pokdarwis setempat untuk penyediaan sarana sanitasi seperti jamban dan tempat wudhu. Termasuk renovasi mushola serta toilet.
‘’ Melalui kegiatan ini kita juga promosikan kebersihan kepada masyarkat dan sekolah-sekolah yang ada di sekitar obyek wisata Waduk Sempor untuk mengedukasi agar memiliki perilaku hidup bersih dan sehat yang lebih baik.’’imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto menyambut baik adanya kegiatan ini. Ia berharap, melalui simulasi wash ini, para relawan dapat mengetahui dan praktek secara langsung bagaimana proses penyedian air bersih saat kondisi darurat. Dengan begitu nantinya jika PMI Kebumen memiliki peralatan sendiri langsung bisa mengoperasikannya.
“Ada 10 relawan yang kami ajak untuk ikut berpartisipasi dan belajar serta praktik secara langsung agar bisa mempraktikan peralatan WASH seperti ini”, ungkapnya.(k24/arta).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















