PemerintahanPendidikan

Resmi Dilaunching, Madrasah Metaverse Diharapkan Jadi Percontohan MTS Lain

1899
×

Resmi Dilaunching, Madrasah Metaverse Diharapkan Jadi Percontohan MTS Lain

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen melaunching Madrasah Metaverse di Mts Negeri 1 Kebumen. Ini sebagai bentuk inovasi dalam menyongsong program digitalisasi, dengan harapan bisa menjadi percontohan MTS lainya.

Launching berlangsung Jumat 9 Desember 2022. Kegiatan juga digelar eklarasi kerukunan umat beragama di Kabupaten Kebumen dan deklarasi satuan pendidikan ramah anak Raudhatul Athfal. Termasuk pemberian 920 beasiswa pendidikan dari BAZNAS Kebumen dan mengeluarkan 62 sertifikat halal bagi pengusaha di Kebumen.

Hadir secara langsung Staf Khusus Menteri Agama RI Wibowo Prasetyo, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Drs H A Saifullah M Ag, Direktorat KSKK dan Bupati Kebumen yang diwakili oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Yanie Giat Setyawan S Sos.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H Ibnu Asaduddin SAg MPd mengatakan bahwa saat ini sudah tidak zamannya berdiam diri atau berjalan kaki. Namun di tahun 2022 ini sudah saatnya melompat.

“Kita tidak bisa bicara pendidikan berkualitas itu gratis. Pendidikan yang berkualitas tentu jer basuki mawa beya atau dalam artian setiap keberhasilan memerlukan pengorbanan,” kata Ibnu Asaduddin.

Ia juga menambahkan, bahwa Kemenag Kebumen di tahun 2023 akan menyusun semua layanan bisa selesai melalui handphone.

“Nantinya semua layanan melalui online cukup klik di web Kemenag Kebumen. Tidak perlu membawa berkas,” lanjutnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama RI, Wibowo Prasetyo menilai madrasah metaverse ini menjadi salah satu inovasi terbaik di bawah naungan Kemenag Kebumen.

“Inovasi semacam ini hendaknya bisa ditiru madrasah lain sehingga kita siap dalam menghadapi era digital. Karena mau tidak mau kita harus adaptasi dengan perkembangan teknologi yang serba digital dan kita harus menjadi bagian,” ujar Wibowo Prasetyo.

Menurutnya, dengan perkembangan teknologi sekarang ini jangan membuat menjadi tertinggal. Kemenag sangat mendukung setiap langkah inovasi yang dilakukan madrasah di bawah naungannya.

Kepala Mts Negeri 1 Kebumen, Fitriana Aenun SPd MPd, mengatakan bahwa metaverse merupakan teknologi terbaru dalam dunia digital. Pihaknya telah mengembangkan metaverse sebagai media pembelajaran di Mts Negeri 1 Kebumen.

“Di sini yang sedang dibuat adalah meta library dan meta laboratory, InsyaAllah ke depan akan mengembangkan menjadi meta office melengkapi pengelolaan madrasah yang ada,” kata Fitriana.

Metaverse adalah dunia komunitas virtual yang dapat berinteraksi layaknya dunia nyata berkat bantuan teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).

“Manfaat bagi siswa berupa kemudahan fasilitas belajar seperti contoh akan praktik bedah manusia, maka kita tidak perlu menggunakan mayat betulan. Cukup dengan metaverse, siswa akan menjadi avatar untuk merepresentasikan dirinya untuk membedah manusia di laboratorium,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa nantinya di Mts Negeri 1 Kebumen butuh penguatan dari tim IT dan Kemenag agar bisa fokus di dunia digital.

“Dengan harga piranti atau Oculus VR berkisar 5 juta rupiah, kami tidak membebankan biaya tambahan kepada siswa. Namun kami berupaya kerjasama dengan stakeholder lain. Kebetulan komite sangat mendukung dan memberikan semangat kepada kami untuk terus berinovasi,” tandasnya.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.